Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Sunday,22 July 2018

Ada Wabup dan Anggota DPRD Saat Bupati Nofi Ditangkap, Dites Negatif

JAKARTA – BNN menangkap Bupati Ogan Ilir (OI) Ahmad Wazir Nofiadi Mawardi karena mengonsumsi narkoba jenis sabu.

 

Dalam penangkapan itu Wakil Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam dan anggota DPRD ada di lokasi. Namun Wabup Ilyas serta anggota DPRD tersebut tak terbukti menggunakan narkoba.
“Betul (mereka di lokasi), tapi belum tentu ada hubungannya. Kita periksa kemarin negatif. Berarti enggak ada hubungannya, yang kita bawa yang positif (tes urine) saja,” ujar Kepala BNN Komjen Budi Waseso saat jumpa pers di Gedung BNN, Jl MT Haryono, Jakarta, Senin (14/3/2016).
Namun soal anggota DPRD itu, Buwas tak bersedia merincinya karena tak terkait kasus. Buwas juga berencana untuk memanggil ayah Nofiandi, Ir H Mawardi Yahya, yang juga pernah menjabat Bupati Ogan Ilir. Kemungkinan ayah Nofiadi akan ditanya seputar kehidupan puteranya.
“Pasti kita panggil (ayahnya),” tegas Buwas.
Menurut Buwas, ketika petugas menggeledah rumah yang dipakai pesta sabu tersebut ada beberapa orang di rumah. Tetapi yang terbukti dari tes urine hanya 5 orang saja.
“Yang dibawa ke Jakarta ini adalah 5 orang yang ketika tes urine positif menggunakan narkoba,” ucapnya.
Lima orang yang dibawa BNN ke Jakarta tersebut adalah:
1. AWN (Ahmad Wazir Nofiadi), Bupati Ogan Ilir, 27 tahun, WNI
2. MU, tangan kanan bupati, 29 tahun, WNI
3. DA, PNS, 31 tahun, WNI
4. JU, sekuriti rumah pribadi, WNI, 38 tahun
5. ICN alias FN alias ICL, PNS, WNI, 38 tahun (pengedar)
Menurut Buwas, semua tersangka dijerat dengan Pasal 112 Ayat 1 atau 2 UU No 35/2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman dari 4-12 tahun penjara.
Nofiadi adalah bupati yang baru dilantik sebulan lalu. Usianya masih muda, 27 tahun. Dia merupakan putra dari Bupati Ogan Ilir sebelumnya, Ir H Mawardi Yahya. Penangkapan tersebut terjadi di rumah orang tua Nofiandi di Palembang, Sumsel, pada Minggu (13/3) malam. Setelah ditangkap, Nofiadi diterbangkan dari Palembang ke Jakarta. Saat jumpa pers digelar oleh Buwas, Nofi disebut masih dalam pengaruh narkoba alias teler sehingga tidak bisa ditanyai petugas maupun wartawan. Jakarta – BNN menangkap Bupati Ogan Ilir (OI) Ahmad Wazir Nofiadi Mawardi karena mengonsumsi narkoba jenis sabu. Dalam penangkapan itu Wakil Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam dan anggota DPRD ada di lokasi. Namun Wabup Ilyas serta anggota DPRD tersebut tak terbukti menggunakan narkoba.
“Betul (mereka di lokasi), tapi belum tentu ada hubungannya. Kita periksa kemarin negatif. Berarti enggak ada hubungannya, yang kita bawa yang positif (tes urine) saja,” ujar Kepala BNN Komjen Budi Waseso saat jumpa pers di Gedung BNN, Jl MT Haryono, Jakarta, Senin (14/3/2016).
Namun soal anggota DPRD itu, Buwas tak bersedia merincinya karena tak terkait kasus. Buwas juga berencana untuk memanggil ayah Nofiandi, Ir H Mawardi Yahya, yang juga pernah menjabat Bupati Ogan Ilir. Kemungkinan ayah Nofiadi akan ditanya seputar kehidupan puteranya.
“Pasti kita panggil (ayahnya),” tegas Buwas.
Menurut Buwas, ketika petugas menggeledah rumah yang dipakai pesta sabu tersebut ada beberapa orang di rumah. Tetapi yang terbukti dari tes urine hanya 5 orang saja.
“Yang dibawa ke Jakarta ini adalah 5 orang yang ketika tes urine positif menggunakan narkoba,” ucapnya.
Lima orang yang dibawa BNN ke Jakarta tersebut adalah:
1. AWN (Ahmad Wazir Nofiadi), Bupati Ogan Ilir, 27 tahun, WNI
2. MU, tangan kanan bupati, 29 tahun, WNI
3. DA, PNS, 31 tahun, WNI
4. JU, sekuriti rumah pribadi, WNI, 38 tahun
5. ICN alias FN alias ICL, PNS, WNI, 38 tahun (pengedar)
Menurut Buwas, semua tersangka dijerat dengan Pasal 112 Ayat 1 atau 2 UU No 35/2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman dari 4-12 tahun penjara.
Nofiadi adalah bupati yang baru dilantik sebulan lalu. Usianya masih muda, 27 tahun. Dia merupakan putra dari Bupati Ogan Ilir sebelumnya, Ir H Mawardi Yahya. Penangkapan tersebut terjadi di rumah orang tua Nofiandi di Palembang, Sumsel, pada Minggu (13/3) malam. Setelah ditangkap, Nofiadi diterbangkan dari Palembang ke Jakarta. Saat jumpa pers digelar oleh Buwas, Nofi disebut masih dalam pengaruh narkoba alias teler sehingga tidak bisa ditanyai petugas maupun wartawan. (dtc)

Komentar

komentar