Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Monday,23 July 2018
Ilustrasi tol Pekanbaru-Dumai (IST)

Tahun 2017, Pemko Fokus Pada Pembangunan Tol Pekanbaru-Dumai

PEKANBARU – Di tahun 2017 mendatang, Pemerintah Kota Pekanbaru akan fokus pada pembangunan infrastruktur jalan tol Pekanbaru-Dumai. Menurut rencana, pemerintah pusat akan datang ke Pekanbaru pada bulan April atau Mei untuk mendorong percepatan pembangunan tersebut.
“Untuk mewujudkan cita cita Pekanbaru Kota Metropolitan yang Madani, pembangunan tol dan ruas jalan sangat penting,” kata Walikota Pekanbaru Firdaus pada acara forum SKPD dalam rangka penyusunan RKPD Kota Pekanbaru, Senin (14/3), di Aula Bappeda Kota Pekanbaru.
Dijelaskan Firdaus, pembangunan jalan di Rumbai baru terbuka sekitar 8,5 km. Masih ada sekitar 5,5 km lagi yang perlu diselesaikan. “Untuk Tenayan, nantinya sekitar 4,7 km. Di Lintas Timur-Badak sekitar 2 km dan Lintas Timur-Kampar Kiri sekitar 2 km. Dengan adanya kerjasama semua pihak, baik itu camat maupun dinas terkait, pada 2017, jalan tol dapat kita selesaikan,” terangnya.
Firdaus menilai, pembangunan infrastruktur kota maupun provinsi Riau mengalami kemunduran dari sebelumnya. Saat ini masih ada 3 kabupaten/kota termasuk Pekanbaru, belum mendapat izin ferifikasi perencanaan pembangunan dari provinsi. “Pembangunan infrastruktur di Riau bukan stagnan, tapi mengalami kemunduran. Ini yang perlu kita benahi bersama,” katanya.
Untuk itu, Firdaus meminta pemerintah provinsi lebih jeli dan tanggap demi tercapainya kemajuan kabupaten/kota di provinsi Riau. “Hendaknya pemerintah provinsi lebih jeli terhadap usulan dan kebutuhan dari kabupaten atau kota. Karena pembangunan infrastruktur ini titik vital kemajuan daerah,” jelasnya.
Selain itu Firdaus menilai, jika pembangunan infrastruktur lambat, Riau dan Pekanbaru khususnya tidak akan mampu bersaing dalam perekonomian global, misalnya di kancah Asean Economic Community atau disebut Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). “Kita akan kewalahan bersaing di ranah global.

 

Bagaimana kita mempunyai data saing tinggi di MEA sementara pembangunan kita belum baik,” jelasnya.
Menurutnya, ada 4 dasar pembangunan infrastruktur yang perlu diperhatikan, yaitu jalan, air bersih dan sanitasi, listrik dan telekomunikasi. “Empat tersebut disingkat Jalita. Saat ini layanan air bersih di Pekanbaru masih minim, hanya sekitar 7 persen. Sedangkan target kita 100 persen dan itu masih sangat jauh,” tandasnya.

Komentar

komentar