Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Sunday,21 October 2018
Foto: (Ist)

Anaknya Berusia 11 Tahun Dijadikan Kurir Ganja di Pekanbaru, Sang Ibu Ditangkap di Kandis

Pekanbaru – Sungguh biadab ibu satu ini. Perempuan 37 tahun berinisial KL ini tega menyuruh anaknya yang berusia 11 tahun sebagai kurir narkoba dan sempat melarikan diri hingga akhirnya ditangkap.

Bocah yang mengenakan hijab ini tak tahu apa-apa saat ditangkap polisi. Ia kemudian baru mengerti bahwa barang yang kerap disuruh antarkan oleh ibu kandung ternyata barang haram berupa ganja.

“Bocah perempuan usia 11 tahun itu sudah berulang kali disuruh ibunya untuk mengantar ganja kepada pemesan. Namun hasil pemeriksaan kita, bocah ini memang tak tahu apa yang sering dia bawa itu. Yang kurang ajar ini ibunya,” kata Kasatres Narkoba Polresta Pekanbaru, Kompol Iwan Lesmana, seperti dikutip dari detikcom, Jumat (29/4/2016).

Iwan menjelaskan, kasus ini bermula pihak kepolisian menangkap kurir ganja Ridwan Jonson. Dari sana diketahui jika barang bukti setengah kilogram ganja berasal dari KL. Lantas polisi menyamar sebagai pembeli dan bertransaksi dengan KL. Disepakati, 1 kg ganja dibeli seharga Rp 1,8 juta. KL menyuruh anaknya mengantarkan ganja ke pembeli di Jl Kubang Raya, Panam. Saat itu, KL beralasan kurang enak badan sehingga menyuruh putrinya yang mengenakan hijab untuk mengantarkan ganja.

Bocah itu sebenarnya sudah bolak balik bertanya pada ibunya soal barang apa sebenarnya yang dia bawa untuk diantarkan ke seseorang. “Kita juga kaget, ternyata yang mengantarkan barang seorang anak perempuan di bawah umur,” kata Iwan.

Dari sana, tim lantas membawa anak tersebut ke rumahnya. Akan tetapi KL sudah tidak berada di rumah. Kuat dugaan KL memantau anaknya, sehingga ketika polisi membawa anaknya dia langsung kabur.

“Ketika kita geledah rumahnya, ternyata masih ada barang bukti ganja kering sebanyak 16 kg yang disimpan dalam karung kapas,” kata Iwan.

“Anak itu tidak tahu apa-apa. Selaku anak, dia hanya menuruti perintah ibunya. Status anak ini tidak tersangka, namun kita amankan. Dia didampingi neneknya,” kata Iwan.

Polresta Pekanbaru dalam kasus ini telah berkoordinasi dengan Kanwil Menkumham di Riau. Koordinasi ini diperlukan karena terkait anak di bawah umur.

“Jadi penentuan apakah anak ini kasusnya bisa diteruskan apa tidak, kita lagi koordinasi dengan Kementerian Menkumham. Begitu juga kita berkoodinasi dengan komisi perlindungan anak. Kita sih berharap anak ini tidak dilibatkan,” kata Iwan.

“Kami sungguh kasihan melihat anak itu menjadi korban ibunya. Kita lagi buru ibunya sampai dapat,” sambung Iwan.

Setelah beberapa hari Satres Narkoba Polresta Pekanbaru memburu KR, pelaku akhirnya ditangkap. Kasatres Narkoba Polresta Pekanbaru, Kompol Iwan Lesmana mengatakan, pelaku ditangkap di Jl Lintas Timur di Kandis Kab Siak, menghubungkan jalur ke Dumai dan Medan Sumatera Utara. Wanita ini ditangkap Kamis (28/4/2016) sekitar pukul 16.00 WIB. Sedangkan pelaku kabur dari rumahnya sejak Minggu (25/4).

“Pelaku sudah kita tangkap, dan sekarang dalam perjalanan menuju Pekanbaru,” kata Iwan.

Masih menurut Iwan, KR awalnya kabur dari Pekanbaru bersembunyi di Kabupaten Kuansing. Kemungkinan merasa keberadaannya terlacak, dia berusaha kabur dari persembunyiannya.

“Dia naik bus kecil dari Kuansing ke Pekanbaru siang. Setelah sampai Pekanbaru dia menyambung bus kecil lagi menuju ke Jl Lintas Timur,” kata Iwan.

Penangkapan ini, lanjut Iwan, pihaknya kerjasama dengan jajaran Polres terkait. Saat bus yang ditumpangi pelaku melintas di Kandis, pihak kepolisian setempat melakukan razia.

“Dari sana pelaku berhasil kita bekuk. Untuk sementara, pelaku mengaku akan ke Duri tempat saudaranya. Kita juga sudah pancing pemasoknya dari Aceh. Semoga saja segera kita tangkap juga,” tutup Iwan.

Komentar

komentar