Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Monday,22 October 2018
Basaria Panjaitan.

Basaria Panjaitan, Wanita Pertama di Kursi Pimpinan KPK

Jakarta – Perolehan suara Basaria Panjaitan cukup tinggi dalam voting pemilihan Pimpinan KPK yang digelar Komisi III DPR RI. Dia adalah pimpinan wanita pertama sepanjang sejarah lembaga itu berdiri. Seperti apa sosoknya?

Basaria merupakan wanita pertama yang masuk dalam lima nama yang lolos dalam pimpinan lembaga antirasuah. Basaria meraup 51 suara dalam pemilihan itu.

Polwan dengan pangkat Inspektur Jenderal lahir di Pematang Siantar, Sumatera Utara 58 tahun lalu itu pernah mengemban tugas di sejumlah posisi di kepolisian. Dia juga pernah menjadi penyidik utama di Bareskrim Polri tahun 2008 lalu.

Sementara dalam bidang akademis, pendidikan terakhir Basaria yaitu Magister Hukum Ekonomi UI.

Soal visinya di KPK, Basaria pernah mengungkapkan ingin lembaga superbodi itu mengambil posisi supervisi. Basaria ingin KPK bertindak sebagai koordinator penegak hukum dalam upaya pemberantasan korupsi.

“KPK tidak boleh memonopoli tindak pidana korupsi. Sebagai trigger mechanism berikan saja penyelidikan pada polisi dan jaksa, tinggal bagaimana KPK mengkoordinir penyelidikannya,” kata Basaria dalam wawancara seleksi capim KPK di Gedung Setneg, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2015) lalu.

Basaria menegaskan, sebagai trigger mechanism, KPK harus mendorong kinerja kepolisian dan kejaksaan agar lebih efektif menangani tindak pidana korupsi.

“Supaya polisi bisa bekerja efektif, dia (KPK) melakukan koordinasi dalam hal-hal tertentu melihat ada sesuatu yang tidak jelas atau kurang tepat oleh polisi dan jaksa, baru KPK bisa take over,” urainya.

Berikut profil singkat Basaria:

Jabatan terakhir: Widyaismara Madya Sespimti Polri (2010 – sekarang)
Jabatan sebelumnya: Ketua Lembaga Penjaminan Mutu dan – Penyidik Utama Tk. I (2009)
Kepala Pusat Provos Divpropam Polri (2009 – 2010)
Kepala Biro Bekum Sdelog di Polri (2010)

Pendidikan:
– SD Nasrani di Medan (lulus 1970)
– SMP Putri Cahaya di Medan (lulus 1973)
– SMAN III di Medan (lulus 1976)
– S. Muda: Universitas Jayabaya, Akuntansi, di Jakarta (lulus 1982)
– S1: STIH IBLAM, Hukum Pidana, di Jakarta (lulus 2003)
– S2: UI, Hukum Ekonomi, di Depok (lulus 2007) (dtc)

Komentar

komentar