Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Wednesday,21 November 2018
Foto: (Ist)

Belajar dari Mahasiswa yang Diciduk Polisi, Bijaklah di Media Sosial dan Hindari Fitnah serta Pornografi

Jakarta – Seorang mahasiswa diciduk Bareskrim Polri karena memaki Menpora Imam Nahrawi lewat twitter. Walau akhirnya mahasiswa itu dilepas setelah menyampaikan permintaan maaf dan menyesal sehingga Menpora kemudian mencabut laporan.

Dari kasus itu, Bareskrim memberi imbauan. Hendaklah menggunakan media sosial dengan bijak. Ada UU ITE dan peraturan lain yang mengatur.

“Ada unsur pidana, dan ini delik aduan,” terang Dir Tipid Eksus Bareskrim Polri Kombes Agung Setya, dikutip detikcom, Jumat (29/4/2016).

Agung menegaskan, masyarakat mesti sadar ada UU yang mengatur dan tak bisa sembarangan berkomentar di media sosial.

“Tidak menggunakan media sosial untuk menghina, menyerang kehormatan orang, menyebarkan pronografi,” tegas Agung.

Bareskrim, lanjut Agung, sudah memiliki tim yang memantau geliat media sosial. Sudah tahu juga mana akun-akun yang kerap menyebarkan fitnah dan melakukan pornografi. “Kami memantau,” tegas Agung.

Sebelumnya BP (21) mahasiswa di universitas negeri di Samarinda diciduk Bareskrim Polri. BP dilaporkan Menpora Imam Nahrawi karena memaki-maki dengan kata-kata kotor lewat cuitan di twitter. Tak sekali, berkali-kali dia mencuit dengan kata-kata kotor ke Menpora.

Penangkapan pun dilakukan pada Kamis 28 April di Samarinda, Kaltim, setelah Bareskrim mendapat aduan dari Menpora. BP yang diciduk Bareskrim langsung diinterogasi. Dia mengaku hanya iseng saja dan merasa tidak suka kepada menteri. Teman-teman dia sebenarnya sudah menasihati agar hati-hati karena bisa dipidana. Tapi BP nekat terus menghina.

Akhirnya, Bareskrim membawa BP ke kampusnya. Di depan dekan fakultasnya BP mengaku menyesal. Ditemani ibunya, dia membuat pernyataan meminta maaf dan menyesal. Tidak lama, Menpora memaafkan dan mencabut laporannya.

“Tersangka didampingi ibunya dipulangkan paska menpora memaafkan dan mencabut laporannya. Orang tua tersangka sangat mengapresiasi Polri dan Menteri,” tutup Agung.

Komentar

komentar