Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Sunday,21 October 2018

Bendungan Sei Gong Sumber Air Baku Kepri Ditargetkan Selesai 2018

Batam – Menteri PUPR Basuki Hadimulyono didampingi Kepala Balai Wilayah sungai Sumatera IV Agus Rudyanto meninjau pembangunan Bendungan Sei Gong, di Desa Sijantung, Kecamatan Galang, Kota Batam, Jumat (14/4).

“Kepulauan Riau (Kepri) terjadi defisit, sumber air utama dari air hujan, untuk itu dibangun bendungan,” kata Basuki.

Ia menyampaikan, Bendungan Sei Gong adalah bendungan pertama yang dibangun Kementerian PUPR setelah tujuh bendungan yang sudah dibangun oleh BP Batam.

Basuki menambahkan, sumber air satu-satunya di Kepulauan Riau berasal dari air hujan. Pertumbuhan ekonomi dan kepadatan penduduk yang terus meningkat pastinya akan membutuhkan air baku. Sementara saat ini kekurangan air baku sudah mulai dirasakan di Kepulauan Riau, tidak hanya di Batam, Bintan dan Galang.

“Prioritas utama di Kepulauan Riau adalah air, jika skala nasional, air merupakan prioritas untuk ketahanan pangan, di sini air untuk air baku,” ucap Basuki.

Bendungan Sei Gong memiliki luas genangan 355,99 hektar. Dari total lahan tersebut, seluas 294 hektar masuk lahan hutan lindung dan hutan produksi terbatas. Lahan hutan tersebut sudah mendapat ijin pinjam pakai sejak 15 Maret 2016.

Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera IV, Agus Rudyanto menjelaskan bahwa pengerjaan bendungan di mulai 2015 dan ditargetkan pada 2018 sudah dapat dimanfaatkan. Volume tampungan bendungan sebesar 12 juta meter kubik dengan kapasitas 400 liter per detik. Lahan pada sepanjang sungai adalah tanah gambut dan sisanya tanah biasa.

Untuk membangun bendungan tersebut, lahan disiapkan oleh BP Batam sedangkan pengerjaannya dilakukan oleh Kementerian PUPR. Terkait pengelolaan, draft perjanjian kerjasama akan ditandatangani antara Dirjen Sumber Daya Air dan Kepala BP Batam dan direncanakan, pengelolaan akan diserahkan kepada BP Batam.(pu.go.id)

Komentar

komentar