Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Wednesday,21 November 2018

Heboh Pernikahan Sesama Perempuan di Indragiri Hulu

Indragiri Hulu – Pernikahan di Indragiri Hulu (Inhu), tengah diperbincangkan masyarakat. Tak lain karena mempelai pria setelah ijab kabul baru diketahui seorang perempuan.

“Iya benar, ternyata pengantin prianya seorang wanita juga. Mereka sudah ijab kabul. Saat ijab kabul sama sekali tidak ada kecurigaan kalau ternyata mempelai pria itu seorang wanita,” kata Kepala KUA Rengat, Kab Inhu, Mistar Abdurrahman SAg.

Mistar menjelaskan, pernikahan itu dilangsungkan pada Kamis (7/4) sekitar pukul 14.00 WIB, di Kantor KUA Rengat. Sebelum pernikahan berlangsung, pagi harinya kedua calon mempelai mengisi formulir dan memenuhi persyaratan lainnya.

“Saya sempat ngobrol sebentar sama calon mempelai prianya. Saat itu sama sekali saya tak menduga jika dia perempuan. Calon pengantin pria datang dengan pakaian pria, kulitnya juga seperti pria termasuk suaranya,” kata Mistar.

Setelah berbagai persyaratan dilalui, lanjut Mistar, maka siangnya dilanjutkan dengan ijab kabul.

“Saat ijab kabul, juga tak ada mencurigakan. Saat bersuara ketika mengukuti ucapan istifar, sampai syahadat sama sekali tidak mencurigakan jika seorang wanita. Bicaranya persis sama kayak pria,” kata Mistar.

Saat ijab kabul berlangsung, lanjutnya, calon mempelai pria itupun berjalan lancar. Hanya saja pihak keluarga mempelai wanita meminta agar ijab kabulnya diulangi karena dianggap belum sempurna.

“Ijab kabulnya lancar saja, cuma dari pihak keluarga mempelai wanita minta diulangi saja agar lebih sempurna,” kata Mistar.

Ijab kabul di Kantor KUA Rengat ini, juga disaksikan sejumlah warga kedua mempelai dan tidak ada yang menaruh kecurigaan. Namun setelah beberapa jam ijab kabul, lanjut Mistar, sekitar pukul 16.00 WIB, mendapat kabar yang mengejutkan.

“Saya ditelepon pihak keluarga mempelai wanita, ternyata pengantin prianya seorang wanita juga. Saya langsung kaget, kok bisa sampai terjadi. Sudah 13 tahun saya sebagai Kepala KUA, baru kali ini ada yang bermasalah kayak gini,” kata Mistar.

Mistar menyebutkan, saat keduanya mendaftar untuk pernikahan, mempelai pria bernama Deprian Sarino kelahiran 1973. Sedangkan mempelai wanita Serini Ariani kelahiran 1990.

“Dengan pengantin pria ternyata wanita juga, kami menyatakan pernikahan dibatalkan. Dan ijab kabul itu jelas tidak sah,” kata Mistar.

Soal buku akte nikah, lanjut Mistar, pihaknya memang belum mengeluarkan. Ini karena ketika keduanya mendaftar, ada persyaratan foto pria ukuran 2×3 yang jumlahnya belum terpenuhi. Pihak mempelai pria berjanji usai nikah, akan menyerahkan foto tersebut.

“Karena akte nikahnya memang belum kita buat, ya jadi sekalian saja tidak jadi kita buat,” tutup dia. (dtc)

Komentar

komentar