Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Tuesday,23 October 2018
Saut Situmorang

Jadi Pimpinan KPK, Saut Situmorang Janji Tangkap Koruptor ‘Ikan Paus’

Jakarta – Lima pimpinan KPK terpilih lebih mengedepankan pencegahan dibanding penindakan dalam pemberantasan korupsi. Meski begitu, KPK Jilid IV itu berjanji ke depan akan tetap melakukan penindakan terhadap koruptor atau pemain skala besar.

Salah satu pimpinan KPK terpilih, Saut Situmorang memiliki visi 80 persen untuk pencegahan dan 20 persen untuk penindakan seperti misalnya operasi tangkap tangan (OTT). Walau porsinya sangat kecil, Saut berjanji KPK ke depan dalam sekali OTT, akan menangkap koruptor atau pemain skala besar.

“(Penindakan) harus. Itu 20 persen. Kalau itu saya katakan 20 persen, tapi kalau 20 persen itu yang ditangkapnya ikan paus (koruptor besar),” ungkap Saut saat berbincang dengan detikcom di kawasan Salemba, Jakpus, Sabtu (19/12/2015).

Menurut pria yang lama berkarier di dunia intelijen ini, daripada menyia-nyiakan waktu menangkap koruptor kelas teri, lebih baik KPK berfokus pada pencegahan. Dengan begitu uang negara akan banyak terselamatkan.

“Daripada 100 persen (penindakan) yang ditangkapnya, kalau istilah pak Nasir Jamil itu kecil-kecil, nggak ada pengaruhnya, cuma Rp 200 juta, aduh,” kata Saut.

Ia pun kembali menegaskan bahwa KPK di eranya tidak akan menganggap enteng OTT. Saut berjanji prestasi KPK pada masa kepemimpinannya tidak akan dilupakan karena akan mendapat hasil tangkapan yang fantastis. Namun itu diperlukan kerja sama berbagai pihak.

“Iya (janji), tapi seperti saya bilang untuk cari tangkapan besar kita perlu kapal besar. Kapalnya bukan cuma kapal saya aja, mungkin harus dengan jaksa, polisi, kita harus kerja sama dan sinergi semuanya. Kalau nggak ya nggak akan dapat,” janji mantan Staf Ahli Kepala BIN ini.

Saut menyadari bahwa konsepnya dalam memimpin KPK tidaklah seksi atau sesuatu yang bisa diapresiais publik. Meski begitu lulusan Universitas Padjajaran jurusan Fisika itu tetap akan berdiri pada keyakinannya. Sebab ia masih percaya bahwa korupsi harus diberantas mulai dari dasar, yaitu melalui pencegahan.

“80 persen pencegahan itu keyakinan saya, bisa berubah angkanya. Tapi itu yang jadi prioritas. Saya akan tetap konsisten di situ walauapun harus berdarah-darah. Menangkap ikan besar tetap harus,” tukas Saut.

“Memberantas korupsi mulai dari nol, emptying. Metodenya untuk mengembalikan uang itu harus diubah. Hukum harus efisien. 80 persen pencegahan, kita akan lebih menyelamatkan (uang negara). Itu tidak berdarah-darah (caranya), pajak akan naik,” imbuhnya mengakhiri. (dtc)

Komentar

komentar