Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Wednesday,21 November 2018
Foto: (Dok. Kementerian PUPR)

Pembebasan Lahan untuk Proyek Tol Dumai-Pekanbaru Capai 22 Persen

Dumai – Tidak mau ketinggalan dengan proyek Jalan Tol Trans Sumatera lainnya yang terus menunjukkan perkembangan positif, pembangunan Jalan Tol Dumai-Kandis-Pekabaru sepanjang 135 km juga terus dikebut.

Dari sisi struktur konstruksi badan jalan, bisa dikatakan perkembangannya belum terlalu signifikan yakni sekitar 0,48%. Hal ini dikarenakan, saat ini pembangunan masih difokuskan pada percepatan pembebasan lahan.

“Saat ini lahannya sudah 22,23%,” ujar Direktur Utama PT Hutama Karya I Gusti Ngurah Putra.

PT Hutama Karya sendiri bertindak selaku Pengelola yang ditunjuk langsung lewat skema penugasan olah Pemerintah.

Dari catatan BPJT kebutuhan dana untuk memuluskan proses pembebasan lahan di Proyek Jalan Tol ini mencapai Rp 974 miliar, sementara biaya konstruksinya diperkirakan mencapai Rp 9,532 triliun. Untuk urusan biaya investasi, diperkirakan kebutuhan totalnya mencapai Rp 17,347 triliun.

Jalan tol yang merupakan 1 dari 3 jalan tol terpanjang di rangkaian Jalan Tol Trans Sumatera ini ditargetkan bisa rampung sepenuhnya pada tahun 2019.

Ruas Medan-Binjai

Satu lagi proyek pembangunan Jalan Tol di luar Pulau Jawa terus menunjukkan perkembangan. Kali ini adalah proyek Jalan Tol Medan-Binjai sepanjang 17 km dan terbagi dalam 3 seksi.

Pengelolaannya diserahkan kepada PT Hutama Karya (Persero) dengan skema penunjukkan langsung oleh Pemerintah.

“Total pekerjaannya saat ini sudah mencapai 9,788%,” ujar Ngurah Putra.

Jalan tol ini merupakan bagian dari mega proyek Jalan Tol Trans Sumatera sepanjang 2.048 km yang menghubungkan Bakauheni hingga Aceh. Jalan Tol Medan-Binjai ini sendiri merupakan satu dari delapan proyek prioritas yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam 5 tahun masa kepemimpinannya 2014-2019.

Paralel dengan kegiatan konstruksi pembangunan badan jalan tol, saat ini tengah dilakukan juga upaya percepatan pembebasan lahan.

“Secara keseluruhan, pembebasan tanah sudah 78%,” kata dia.

Rinciannya, seksi I Tanjung Mulia-Helvetia telah mencapai perkembangan pembebasan lahan mencapai 48%, lalu seksi II Helvetia-Semayang telah mencapai 94%, terakhir seksi III Semayang-Binjai telah mencapai 92%.

“Tanah tinggal sedikit, ini terus kita kebut. Harapannya 2017 sudah bisa operasi,” pungkas Ngurah.

Menurut data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), kebutuhan biaya investasi untuk membangun ruas ini mencapai Rp 1,69 triliun, biaya konstruksi mencapai Rp 1,2 triliun dan biaya pembebasan lahan sekitar Rp 495 miliar. (dtc)

Komentar

komentar