Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Thursday,20 September 2018
Agus Pambagio adalah Pemerhati Kebijakan Publik dan Perlindungan Konsumen

Terobosan Kebijakan Pariwisata Indonesia: Kasus Danau Toba

Dumai – Sektor Pariwisata Indonesia sudah sejak beberapa dekade lalu mempunyai unggulan yang menjanjikan hanya saja belum menjadi perhatian serius dan utama Pemerintah Republik Indonesia, hingga pada akhirnya Pemerintahan Presiden Jokowi berniat menggarap sektor pariwisata lebih serius dan menjadikannya sebagai suatu industri dan andalan pendapatan negara.

Tanpa ditetapkan sebagai industri, sulit bagi sektor Pariwisata untuk berkembang, mendatangkan devisa untuk negara dan bersaing dengan negara lain yang mempunyai obyek pariwisata terbatas tetapi diurus dengan serius, seperti yang dilakukan oleh Malaysia, Singapore, Vietnam dan lain lain.

Keseriusan Pemerintah untuk menjadikan industri Pariwisata sebagai salah satu sumber utama penerimaan negara di masa depan merupakan niat yang harus didukung dan diharapkan dipersiapkan secara serius oleh Pemerintah, bukan hanya sekedar lips service.

Target 20 juta wisatawan manca negara (wisman) hingga tahun 2019 merupakan target yang ditetapkan oleh Pemerintahan Jokowi dan untuk dapat mencapai target tersebut harus dibuat strategi yang handal dari sisi kebijakan, kesiapan infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusianya. Tanpa itu semua sulit target tersebut akan tercapai.

Pemerintah sudah menetapkan 10 daerah wisata unggulan dengan anggaran yang tidak sedikit (sekitar Rp 20 triliun), baik untuk pengembangan industri pariwisatanya sendiri maupun pembangunan infrastruktur penunjangnya, seperti bandara, pelabuhan laut/sungai/danau, jalan tol dan sebagainya. Namun  rencana tinggal rencana kalau penyakit korupsi penyalahgunaan anggaran negara, terutama di daerah, belum berhenti.

Komentar

komentar