Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Thursday,20 September 2018
Infografis: (@kemenperin_RI)

Bagi Warga Dumai, Bikin PT Sekarang Memang Semakin Mudah dan Lebih Murah

Dumai – Kebijakan pemerintah yang mengeluarkan Paket Ekonomi XII terasa pengaruhnya di masyarakat. Proses pendirian badan usaha lebih mudah dan biaya bisa lebih ditekan meski besaranya tidak bisa disamaratakan di seluruh Indonesia.

Setelah lebih dari satu bulan sejak PP Nomor 7 dikeluarkan, gairah masyarakat untuk mendirikan usaha yang berbadan hukum tidak mengalami banyak perubahan. Meskipun kenyataannya banyak kemudahan yang didapat terkait dengan proses pendirian badan usaha.

Sesuai Paket Ekonomi XII, proses pengurusan badan usaha menjadi lebih mudah karena proses pengajuan nama hingga penetapan oleh Kementerian Hukum dan HAM dilakukan secara online. Masyarakat bisa mengajukan nama badan usahanya langsung melalui sistem layanan online Dirjen Administrasi Hukum Umum (AHU) di www.ahu.go.id. Prosesnya 2 hari kerja dengan biaya Rp 200 ribu.

Tahap berikutnya memperoleh akta perusahaan dari notaris dengan proses satu hari kerja dan biaya maksimal Rp 1 juta untuk PT. Setelah akta selesai, dilanjutkan pengajuan izin pendirian badan hukum, penerbitan izin pendirian badan hukum, pembayaran PNPB, serta pengesahan badan hukum. Lama proses ini satu hari kerja dengan biaya Rp 1 juta.

Setelah selesai di notaris, akta perusahaan dibawa ke Pelayanan Terpadu Satu Pintu PTSP untuk pengajuan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), dan Tanda Daftar Persahaan (TDP), serta BPJS Kesehatan secara online. Proses ini hanya satu hari dan tanpa dipungut biaya. Selanjutnya perusahaan didaftarkan di Kemenakertrans/Dinas ketenagakerjaan. Proses ini hanya satu hari tanpa dipungut biaya.

Setelah itu dua proses terakhir dilakukan melalui sistem online yaitu untuk pengajuan daftar BPJS Ketenagakerjaan secara online di www.bpjsketegakerjaan.go.id dengan proses selama dua hari. Kemudian mendapatkan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) Badan Usaha, serta VAT Collector Number NPPKP (Nomor Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak) di http://ereg.pajak.go.id.

Salah satu notaris di Kota Dumai, Berlin Nadeak, dalam wawancaranya dengan edisidumai mengakui bahwa kebijakan ini memang lebih mudah dari sebelumnya dan waktu yang dibutuhkan lebih singkat.

“Memang untuk prosedurnya sekarang bagus. Kalau semua lancar, satu hari memang bisa selesai. Kasarnya bisa dibilang satu minggu itu untuk pengurusan akte memang sudah cukup longgar. Karena biasanya masalahnya bisa jadi ketika kita minta klien datang untuk tandatangan, ternyata justru tidak bisa karena di luar kota. Atau sebaliknya, bisa saja saat pengajuan ke notaris bertepatan kita ada di luar daerah, jadi terpaksa menyesuaikan dengan jadwal kita juga,” ujar Berlin.

Selain itu, sistem online di Dirjen AHU yang saat ini berjalan juga sangat membantu. “Yang jelas dari segi waktu, dulu kita harus pasang kaki di kementerian kehakiman. Kalau kita kirim lewat pos makan waktu lama, yang kedua kita tidak tahu disana berkas kita sudah sampai mana. Jadi dulu kita harus pasang kaki disana, itu yang membuat lebih mahal, lama dan rumit. Kita harus bayar orang di Jakarta, karena kalau tidak pakai itu bisa jadi ga selesai-selesai. Saya pernah mengalaminya waktu ada yang bikin yayasan waktunya satu tahun lebih. Saya sudah kirim, ternyata pengirimannya kembali ke sini salah alamat jadi balik lagi ke Jakarta lalu berkasnya hilang. Akhirnya saya ke Jakarta, saya bolak-balik dari lantai satu ke lantai tiga. Tetapi kan biaya saya sudah jadi berapa, biaya penerbangan, penginapan. Belum lagi waktu saya minimal tiga hari untuk mengurus itu,” tuturnya.

Jika dari sisi waktu memang sudah sangat memudahkan, bagaimana dengan biayanya? Berlin menyebut bahwa harga yang ditetapkan seperti dalam Paket Ekonomi XII tidak bisa berlaku rata. “Kalau kita memang rata-rata tarif di Dumai berdasarkan kesepakatan bersama notaris. Organisasi notaris itu kan namanya INI (Ikatan Notaris Indonesia). Jadi memang di masing-masing wilayah kan beda. Misalnya surat kuasa di sini biayanya hanya 250 ribu rupiah, di Jakarta kan satu juta rupiah. Bukan dilihat materainya, tetapi kondisinya memang beda. Sewa ruko disini misalnya 20 juta setahun, di Jakarta kan jauh lebih tinggi,” jelasnya lagi.

Meskipun demikian, kemudahan proses jelaskan Berlin memang juga pada akhirnya mempengaruhi harga. “Karena kita tidak harus bayar orang lagi di Jakarta, dulu jika rata-rata untuk membuat PT di notaris biayanya lima jutaan rupiah, sekarang bisa sekitar tiga jutaan,” simpulnya.

Komentar

komentar