Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Thursday,20 September 2018
Foto: (detikcom/Agus Setyadi)

Kapal Pukat Harimau Asal Malaysia Diamankan Polairud Kepri

Batam – Kapal patroli Polairud (polisi air dan udara) Polda Kepulauan Riau menangkap kapal ikan asing berbendera Malaysia di sebelah barat perairan Pulau Tokong Hiu dan berbatasan dengan perairan pulau Rangsang Riau.

Kapal JHF 7195 B (pukat tunda/trawl net) dengan GT 32 itu ditangkap di titik koordinat: 01°21′ 8550″ N – 103° 06′ 1011″ E. Polisi juga mengamankan 1 nakhoda dan 4 anak buah kapal (ABK) dari kapal itu.

Direktur Polairud Polda Kepri Kombes Hero Hendrianto Baktiar mengatakan polisi memberhentikan kapal penangkap ikan itu di perairan perbatasan antara Karimun Kepri dengan Pulau Rangsang Prov Riau. Petugas patroli langsung melakukan pemeriksaan terhadap kapal yang ternyata semua krunya berkewarganegaraan Malaysia.

“Saat ditangkap kapal tersebut sedang menurunkan pukat tunda atau trawl net di perairan sebelah barat Takong Hiu Kepri,” ujar Hero, Senin (9/5/2016).

Lima orang pun diamankan yaitu Mohd Surya bin Rahman (21) selaku nakhoda, dan 4 orang ABK yaitu Mohd Saleh bin Rahman (31), Mohd Sanii bin Mohd Sohod (35), Norul Azhar bin Mohd Nor (40), dan Ahmad Nadzhan bin Mohd Nazhri (21).

Kemudian polisi memeriksa sejumlah dokumen di atas kapal berupa surat Agensi Penguat Kuasaan Maritim Malaysia, Sijil, dan peralatan menangkap ikan. Nelayan Malaysia itu sempat mengklaim masih menangkap di perairannya, namun berdasarkan fakta otentik nelayan Malaysia tak berkutik saat diamankan di perairan yang masih teritorial Indonesia.

Atas perbuatannya, para pelaku diduga melanggar pasal 26 (1) jo pasal 92 UU no 31 tahun 2004 tentang Perikanan dan/atau pasal 27(2) jo pasal 93(2) jo pasal 9 jo pasal 85 UU no 45 tahun 2009 tentang Perubahan atas UU no 31 tahun 2004.

Sementara berdasarkan hasil interogasi terhadap nakhoda, ABK dan saksi penangkap, diperoleh keterangan bahwa kapal ikan asing berbendera Malaysia tersebut ditangkap di jarak 18 mil laut dari Pulau Kasam dan Pulau Rangsang.

Hero menambahkan, berdasarkan ploting koordinat, lokasi penangkapan berada pada ZEEI, selanjutnya nakhoda dan ABK beserta dokumen, GPS, kartu identitas diserahkan penyidik Ditpolair Polda Kepri ke Satuan Kerja Pengawasan Sumber Daya Kelautan Perikanan (PSDKP) Kota Batam guna proses lebih lanjut.(dtc)

Komentar

komentar