Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Monday,25 June 2018
Ilustrasi Kompas (IST)

Kapolri Tegaskan tak Larang Warga Pakai Kaos “Turn Back Crime”

Kepala Polri Jenderal Pol Badrodin Haiti membantah mengeluarkan surat larangan untuk masyarakat atau sipil menggunakan atribut “Turn Back Crime”.

“Saya tidak pernah mengatakan begitu (pelarangan). Itu hoax. Enggak ada yang seperti itu,” kata Badrodin di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat (24/5).

Badrodin menuturkan, sosialisasi atribut Turn Back Crime di Indonesia justru mendapatkan apresiasi dari Interpol di Lyon, Perancis.

Turn Back Crime, kata Badrodin, sebetulnya merupakan moto Interpol. Diharapkan atribut-atribut Turn Back Crime bisa menjadi moto bahwa kejahatan harus dicegah dan diberantas.

(baca: Bermodal Baju “Turn Back Crime”, Pemuda Ini Tipu Belasan PSK)

“Jangan justru sampai menggunakan atribut lambang itu kemudian digunakan untuk kejahatan,” ujar Badrodin.

Kapolri sebelumnya disebut mengeluarkan surat larangan terhadap masyarakat menggunakan atribut berkenaan dengan Turn Back Crime.

“Ya, memang sudah masuk di kita surat larangan penggunaan atribut khusus polisi atau interpol tersebut digunakan oleh masyarakat umum (sipil),” kata AKBP Sulistyaningsih, di Bandarlampung, Senin (23/5), seperti dikutip Antaranews.com.

“Kapolri melarang pengenaan pakaian Turn Back Crime itu bagi warga sipil karena pakaian tersebut sering disalahgunakan untuk memperlancar tindak kejahatan,” katanya.

Jenis baju yang dilarang itu, kata dia, pakaian berwarna biru dongker bertuliskan Trun Back Crime disertai tulisan polisi atau atribut Polri.

“Baju jenis itu dikhususkan hanya kepada petugas interpol dan anggota Polri, jadi tidak diperkenankan masyarakat umum ikut menggunakan atribut tersebut,” kata dia. (Kompas)

Komentar

komentar