Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Sunday,25 February 2018
Foto: Siti Rahmani Rauf (detikcom/Wisnu Prasetiyo)

Mengenal Siti Rahmani Rauf, Sosok di Balik Buku “Ini Budi” yang Melegenda

Jakarta – Belum lama kita memperingati Hari Pendidikan Nasional, kini dunia pendidikan mendapat kabar duka kehilangan Siti Rahmani Rauf yang meninggal di usia 79 tahun. Bagaimana sepak terjang orang yang memperkenalkan alat peraga metode baca “Ini Budi” itu, berikut rangkumannya dari berbagai sumber.

Siti Rahmani Rauf adalah perempuan kelahiran Sumatera Barat pada 5 Juni 1919. Ia lulusan sekolah Belanda dan menjadi guru sejak berumur 18 tahun. Setelah berkiprah menjadi seorang pendidik di Sumatera selama kurang lebih 15 tahun sejak tahun 1938 hingga tahun 1953, Siti kemudian pindah ke Jakarta bersama suami dan anak-anaknya.

Di ibu kota, Siti mengajar di beberapa sekolah hingga terakhir bekerja di SD Tanah Abang 5 sebagai kepala sekolah tahun 1976. Setelah pensiun, sekitar tahun 1986 ketika tinggal di Depok, Jawa Barat, Siti mendapatkan proyek dari kementerian pendidikan.

“Proyeknya itu membuat alat peraga, jadi mami nggak buat buku paket. Dulu kan Bahasa Indonesia buku paketnya “Ini Budi” dari pemerintah, tapi waktu itu Kementerian Pendidikan butuh alat peraga ya berupa gambar-gambar gitu, nggak cuma teks,” tutur Karmeni Rauf (63), anak Siti seperti dilansir detikcom.

Siti menerima dengan tangan terbuka proyek dari Kementerian Pendidikan tersebut. Faktor yang utama adalah kecintaan Siti kepada dunia pendidikan, selain itu menggambar juga merupakan hobi Siti sejak kecil. Siti kemudian mengerjakannya dengan Karmeni yang akrab dipanggil Eni, selama kurang dari satu tahun. Setelah selesai, alat peraga ini kemudian dicetak dan disebarkan ke seluruh wilayah Jawa dan Sumatera. “Ini Budi” kemudian menjadi buku yang begitu digemari oleh anak kelas 1 SD.

Sebelum ada metode baca “Ini Budi”, anak-anak Indonesia membaca dengan metode eja sederhana, seperti ba-ba, ba-bi, ba-bu. Siti Rahmani Rauf (97) kemudian mengenalkan alat peraga dan buku metode “Ini Budi” berdasarkan struktur keluarga. Maka, jadilah Budi beserta bapak dan ibunya menjadi populer dan ikonik bagi anak-anak Indonesia 80-90-an. Tak cuma itu, Siti jugalah yang membuat ilustrasi Budi dan ibu-bapaknya itu dalam buku pelajaran membaca.

Saat itu, sekitar tahun 1980-an, Siti, menurut Karmeni Rauf sang putri, menyanggupi membuat metode baca beserta ilustrasinya karena menerima proyek dari Kementerian Pendidikan. Metode yang dibuat Siti, disebut Eni – sapaan Karmeni Rauf- adalah metode Struktur Analisa Sintesa (SAS) yang cocok dengan gaya belajar anak usia 6-7 tahun.

Eni menjelaskan, ketika anak kelas 1 SD diajarkan metode seperti itu mereka lebih mudah menerima pelajaran. Anak-anak dirasakannya lebih cepat untuk bisa membaca, Guru-guru pun juga merasa terbantu.

“Jadi ‘ini bapak Budi, ini ibu Budi’ ini kalimat. Nanti kalimat itu dipenggal menjadi satu kata per kata. ‘Ini’ sendiri ‘Budi’ sendiri ‘Bapak’ sendiri. Dari kata dipenggal lagi menjadi suku kata. Metode ini mempermudah guru dan mengaktifkan anak untuk beraktivitas, mencari kartu kalimat, tempel, balik lagi. Jadi aktif, anak nggak pasif. Anak bukan duduk diam catat dengar saja. Itu kelebihan metode SAS,” tutur Eni.

Sebelum meninggal pada Rabu, (11/5/2016), kondisi kesehatan Siti memang sangat lemah, terbaring di tempat tidur. Penyakit yang dideritanya berawal pada 2009 akibat terjatuh di daput ketika mempersiapkan masakan untuk menyambut kedatangan tamu istimewa dari salah satu sekolah. Siti mengalami cedera di kaki yang cukup parah, tulangnya melemah dan dokter menyatakan harus diganti menggunakan kaki palsu. Saran tersebut tidak diturutinya, sehingga jika sebelum terjatuh Siti masih beraktifitas normal seperti menyiram bunga, membereskan rumah, bahkan mengajar, namun setelah kejadian tersebut semakin lama kondisinya semakin buruk dan hanya bisa melakukan hobinya membaca di atas tempat tidur.

Siti Rahmani memiliki 9 anak, 3 di antaranya sudah meninggal dunia. Karmeni Rauf adalah putri kandung Siti Rahmani Rauf yang ke-empat. Selain Karmeni, anak-anak dari Siti yaitu, Rafles, Tatiana (sudah meninggal), Rufman, Hasrani, Rufdi, Ruflina, Ruflianto (meninggal), Juniardi, Novawati (meninggal). Kini Siti Rahmani Rauf telah tiada, namun bagi dunia pendidikan khususnya dan republik ini, jasanya tiada tara dan akan selalu dikenang.

Komentar

komentar