Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Friday,19 October 2018
Foto: dok. Merrie Elizabeth

Merrie Elizabeth, Wanita Muda Sukses Pilihan Forbes yang Cinta Dunia Bisnis

Jakarta – Masa kecil Merrie Elizabeth dihabiskan dengan banyak mengikuti lomba, mulai dari lomba menggambar hingga bahasa Inggris. Berkompetisi dengan mengikuti lomba pun berlanjut hingga Merrie duduk di bangku kuliah. Saat ia mendapatkan program beasiswa pasca sarjana di Prasetiya Mulya, Merrie berhasil memenangkan kompetisi business plan terbaik untuk perusahaan farmasi Novartis Pharmaceuticals dan dikirm ke Swiss.

Dunia bisnis memang bukan hal baru bagi pemilik salon BloBar itu, terutama dunia salon. Merrie kecil sudah melihat kerumitan membangun bisnis salon dari sang ibu. Ia pun melihat bagaimana bisnis ibunya tersebut tidak berjalan mulus karena manejemen bisnis ibunya kala itu kurang baik hingga akhirnya usaha tersebut harus tutup.

Seiring tumbuh dewasa, Merrie mengaku belum tertarik di dunia bisnis. Lulus SMA, Merrie memilih melanjutkan ke sekolah hukum di Universitas Surabaya (UBAYA). Lulus dengan predikat kehormatan atau cum laude, bukan hal sulit baginya untuk mendapatkan pekerjaan yang bermutu.

Setelah lebih dari satu tahun bekerja di perusahaan ternama, Merrie tak ingin kariernya hanya di situ-situ saja. Ia pun mengikuti program magister bisnis. Saat itu yang masih terpikir olehnya lulusan magister manajemen lebih mudah untuk bisa mendapatkan karier yang lebih baik di perusahaan.

“Pemikiranku waktu itu sangat sederhana. Kalau ingin kariernya naik dan cepet dipromosikan, pasti itu mereka-mereka yang S2 Bisnis. Awalnya aku hanya ingin kerja kantoran, bisnis hanya sebuah keinginan, tapi belum sampai ambisi,” ujar wanita 28 tahun itu saat berbincang dengan Wolipop di salon BloBar, Kemang, Jakarta Selatan.

Berjuang untuk kuliah dengan beasiswa, tidak membuat Merrie bersantai-santai dalam hidupnya. Kedewasaan mengubah pemikarannya untuk bisa membuat hidupnya lebih baik lagi. Caranya adalah dengan memiliki usaha sendiri.

“Titik baliknya adalah saat aku nge-kost, kamar kostku standar banget cuma kamar 3×3, terasa sempit. Aku berpikir aku nggak mau seperti ini terus, aku harus memperbaiki tingkat kehidupan aku. Aku bertekad, aku harus memulai sesuatu dengan membangun usaha,” cerita Merrie.

Bisnis salon menjadi pilihannya karena usaha tersebut sudah cukup familiar. Di awal tahun 2014, Merrie mencari partner. Dia mengajak Ninda Ramandiani, kenalan Merrie yang juga merupakan adik kelasnya di Prasetiya Mulya. Selama sembilan bulan, Merrie dan Ninda berkolaborasi membuat strategi bisnis, mencari tempat dan merancangnya. Hingga pada Desember 2014, salon BloBar berdiri.

“Salon bisnis yang aku sudah tahu. Potensinya juga pasti ada karena Indonesia kebanyakan penduduknya cewek. Permintaannya pasti ada. Kita tinggal memberikan sesuatu yang spesial dengan memberikan servis yang baik,” kata wanita asal Malang tersebut.

Salon BloBar dengan cepat dikenal oleh masyarakat, khusunya kaum muda. Salon dengan ineterior chic yang didominasi warna pink dan putih tersebut memang memiliki spesialisasi sendiri yakni coloring. Ya, BloBar dikenal sebagai salon coloring rambut yang menghadirkan beragam warna cat rambut dengan teknik yang kini tengah digandrungi yakni ombre. Terlebih lagi, Merrie memberikan harga yang lebih terjangkau dibanding harga salon lainnya.

“Aku milih spesialisasi bisnis salon main di coloring karena kita akan pecah ke anak muda dan ketika riset tidak ada salon yang berani ngeluarin ombre atau teknik balayage, kalau ada pun mahal sekali. Kita coba main ke sana, dengan harga yang lebih terjangkau,” imbuhnya.

Bisnis salonnya tersebut berkembang berkat strategi marketing yang lebih banyak bermain dengan dunia digital. Dalam satu tahun, nama BloBar dengan mudah dikenal, khususnya bagi kaum muda berkat Instagram. Setelah melakukan perawatan,customer akan difoto dan masuk ke Instagram BloBar.

Melihat Instagram BloBar memang menarik. Di sana ditampilkan klien-klien yang berani bermain warna rambut, sehingga bagi mereka yang awalnya masih ragu untuk melakukan ombre, menjadi lebih yakin dan terinspirasi berkat melihat foto-foto di Instagram. “Dunia digital seperti Facebook dan Instagram merupakan sesuatu yang sederhana tapi mencakup banyak orang. Di era milenial saat ini, netizen semuanya megang smart phone dan kita ‘kencengin’ di media sosial,” kata Merrie.

Berkat media sosial tersebut, Merrie pun berhasil masuk ke dalam daftar 30 Under 30 yang merupakan daftar anak muda sukses di kawasan Asia di bawah usia 30 menurut majalah bisnis Forbes. Wanita yang menguasai bahasa Rusia itu masuk dalam kategori Retail & E-commerce.

Merrie menjelaskan, Forbes memilihnya sebagai salah satu anak muda sukses dilihat dari kerja kerasnya membangun bisnis, bagaimana cara mengembangkan bisnis dan keunikan bisnis. Forbes Asia juga melihat keaktifan sosial media BloBar.

“Di email dari pihak Forbes di Hong Kong, awalnya aku pikir itu spam karena aku nggak pernah apply. Ternyata program tersebut mereka sendiri yang memilih kandidatnya. Rasanya kaget dan bersyukur banget. Harapannya, dengana adanya award ini anak muda jadi lebih dipandang dan dihargai ketika startup,” terang Merrie.

Berkat masuk menjadi semi finalis 30 Under 30 tersebut, Merrie mengaku sudah merasakan dampaknya secara pribadi. Salah satu universitas sudah memintanya untuk mengajar di kelas bisnis. “Untuk ngajar aku akan pikirin lebih lanjut dan aku harus izin dulu sama partnerku Ninda karena aku tertarik untuk ngajar. Aku suka dunia akademik dan aku semangat membagi ilmu management business untuk orang lain,” tuturnya.

Bagi yang ingin merintis bisnis, Merrie dengan senang hati berbagi tips yang perlu diperhatikan. Berikut rangkumannya:

1. Mencari Peluang dan Memiliki Keunikan Bisnis
Merrie mencari peluang dari melihat penduduk Indonesia yang kebanyakan adalah wanita. Menurut Merrie, wanita identik dengan dunia salon sehingga ia memutuskan untuk membangun salon BloBar. Berbisnis juga harus melihat tren dan memiliki spesialisasi.

“Kita lihat di Amerika lagi tren salon yang namanya ‘bar’ ada salon di sana namanya Dry Bar, startup salon yang lagi happening di sana. Mereka dalam 5 tahun cabangnya sudah banyak sekali ada di LA, Santa Monica dan lain-lain. Kita ambil nama barnya saja, kalau dry-nya kurang menjual di Indonesia orang nggak paham. Kita ambil nama blownya aja karena blow identik dengan salon,” jelas wanita lulusan magister manejemen Prasetiya Mulya itu kepada Wolipop di di salon BloBar, Kemang, Jakarta Selatan, Senin (29/2/2016).

Tren di luar juga sedang hangat mewarnai rambut warna-warni dengan teknik ombre. Merrie menuturkan, spesialisasi BloBar adalah coloring. Belum ada salon yang berani bermain dengan warna-warna tersebut. Kalaupun ada, harganya pasti mahal sekali. “Sekali kita menjadi spesialisasi, kita akan terus bermain di ranah tersebut,” ujarnya.

Setelah mempopulerkan ombre warna-warni di Indonesia, khususnya Jakarta, kini BloBar tengah memperkenalkan warna rambut abu-abu. “Yang lagi hits sekarang adalah rambut abu-abu. Lady Gaga, Gigi Hadid sampai Kylie Jenner, semua ‘it girls’ yang menggunakan warna tersebut. Jangan dibayangin seperti uban. Di BloBar kita akan membuat warna abu-abunya berbeda mulai dari dark gray, medium gray sampai light gray yang warnanya lebih mendekati blonde. Hampir belum ada salon yang nawarin cat abu-abu,” tutur Merrie.

2. Rekan Bisnis
Berbisnis dibutuhkan modal. Terkadang ketika memulainya sendiri akan ‘terpentok’ dengan modal. Untuk itu Merrie mencari rekan bisnis agar bisa mewujudkan bisnis bersama. Merrie mengatakan, cari rekan bisnis yang benar-benar bisa diajak kerjasama.

“Hindari teman main, tapi cari orang yang bisa kerja bareng karena kalau teman main, ujung-ujungnya akan main. Lama-lama pasti juga bisa ada ketidakcocokan. Cari orang yang bisa diajak kerja, tapi asik juga,” saran Merrie.

Merrie dan rekannya, Ninda Ramandiani telah memiliki tugas masing-masing dalam mengembangkan salon tersebut. Wanita 28 tahun itu mengurus keuangan dan personalia. Sementara Ninda, lebih ke bagian marketing dan operasional.

3. Servis atau Produk yang Baik
Berbisnis artinya memiliki barang atau jasa yang bisa dijual. Sebelum merilis servis atau produk, Merrie menegaskan agar memberikan pelayanan dan produk yang bagus. “Strategi pertama harus dilihat dulu dari internalnya, kita harus memastikan servis kita bagus, kemampuan pegawai juga dilihat. Ketika kita yakin yang kita jual bagus, pelayanan, warna cat rambut yang bisa tahan lama, kualitas yang oke, kita baru berani promosi,” jelas Merrie.

Menurut Merrie, biasanya servis atau produk yang tidak laku karena dua kemungkinan. Pertama servis atau produknya belum dikenal. Kemungkinan kedua karena pelayanan atau produk yang ditawarkan tidak memuaskan customer. “Aku memperbaiki di dua-duanya. Jadi strateginya, perbaiki dari dalam, baru promosi. Jangan pernah menjual sesuatu dengan kualitas yang kamu aja tidak yakin. Makanya, aku, Ninda dan tim di salon selalu nyoba coloring untuk mendapatkan warna-warna baru,” jelas wanita lulusan Hukum di Universitas Surabaya untuk program strata 1 itu.

4. Manfaatkan Media Sosial
Hadirnya media sosial seperti Instagram mempermudah untuk melakukan promosi. Instagram BloBar misalnya, Merrie dan Ninda berusaha selalu meng-update, bahkan setiap klien setelah perawatan, pasti difoto untuk dimasukkan ke media sosial BloBar. Ini menjadi strategi sekaligus portfolio salon agar bisa semakin dipercaya oleh publik.

“Dunia digital seperti Facebook dan Instagram merupakan sesuatu yang sederhana tapi mencakup banyak orang. Di era milenial saat ini, netizen semuanya megang smart phone dan kita ‘kencengin’ promosi di media sosial,” kata Merrie.

5. Mendekatkan Diri dengan Customer
Cara lain Merrie untuk mengembangkan bisnisnya adalah ia berusaha selalu terkoneksi dengan pelanggannya. Bagaimana caranya? Bagi pelanggan yang ingin berkomunikasi langsung dan bertanya-tanya tentang rambut bisa menambah teman lewat Line BloBar. Menariknya, Merrie dan Ninda sendiri yang akan menjawab pertanyaan dari pelanggannya.

“Setiap hari jadi kita dapat masukan sekalian riset kecil-kecilan apa sih yang diinginkan customer. Cara seperti ini tidak mahal, tapi dampaknya besar. Dengan begini saya tahu apa yang sedang jadi trending dan keluhan mereka seperti apa,” papar Merrie. (wolipop)

Komentar

komentar