Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Friday,20 July 2018
Ilustrasi sembako (IST)

Antisipasi Penimbunan Sembako, Polri Koordinasi

Jakarta – Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri Irjen Pol Ari Dono Sukmanto mengumpulkan sejumlah pelaku pasar untuk membahas pengadaan sembilan bahan pokok.

Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi penimbunan sembako yang termasuk tindak pidana.

“Terkait dengan persoalan yang kami lihat di lapangan. Dugaan-dugaan adanya penimbunan itu bisa kami tindak kalau kami temukan adanya bukti-bukti yang cukup,” ujar Ari, di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (3/6).

Menurut Ari, penimbunan sembako menjadi persoalan setiap tahunnya menjelang puasa dan lebaran.

Polri akan melihat kebijakan yang ada dari pemerintah untuk mengaitkannya dengan tindakan hukum.

“Masalah transportasi dan kesediaan stok yang ada itu yang jadi masalah,” kata Ari.

Jika ada yang melanggar kebijakan tersebut, Ari memastikan akan memprosesnya secara pidana.

Namun, penindakan pasal yang dikenakan berbeda tergantung jenis perbuatannya.

Sejak kemarin, kata Ari, Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti telah melakukan konferensi video dengan jajaran Polda untuk membuat satuan tugas.

“Satgas memantau dan menindak kalau ditemukan pelanggaran dari kartel-kartel tadi,” kata Ari.

Ditemui terpisah, Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi memastikan stok beras di Jakarta untuk puasa dan lebaran masih aman.

Harga beras masih berkisar Rp 8.000 hingga Rp 10.000 untuk beras medium. Menurut dia, Indonesia juga belum perlu melakukan impor beras.

“Kalau impor hanya cadangan. Sudah ada aturan boleh impor hanya sebelum dan sesudah panen raya. Sementara kita panennya sangat baik,” kata Arief. (kmps)

Komentar

komentar