Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Sunday,22 July 2018
Ilustrasi (IST)

Cara Membiasakan Anak Aktif Bergerak

Mengajarkan anak-anak untuk menjadi aktif secara fisik sejak dini merupakan fondasi dalam pemilihan gaya hidup sehat sepanjang hidup mereka.

Sebaliknya, kurangnya kegiatan fisik menjadikan anak di usia remaja dan dewasa muda cenderung mengalami penambahan berat badan yang tidak sehat, termasuk diet yang tidak sehat, merasa bosan untuk pergi ke sekolah, prestasi akademik berkurang, dan risiko obesitas saat dewasa.

Bahkan, orang dewasa tidak aktif dinilai sulit untuk mendapatkan penghasilan optimal di tempat kerja, memiliki biaya perawatan kesehatan yang lebih tinggi, dan lebih banyak absen karena sakit, menurut laporan Aspen Institute’s 2016.

Kabar baiknya, pendidikan formal sudah mulai mendorong para siswa untuk lebih aktif di sekolah dengan beragam kegiatan. Namun, sekolah tak bisa melakukannya sendiri, ada 2 hal yang juga perlu dilakukan orangtua untuk membentuk generasi yang aktif.

1. Jadilah model yang aktif.

Orangtua sering mendikte anak untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang menunjang aktivitas fisik.

Namun, meminta anak untuk main di luar rumah sambil duduk di sofa dan menonton televisi bukanlah contoh yang baik. Anak cenderung akan melakukan hal yang sama.

Sebaliknya, jadikan bermain aktif di luar rumah sebagai rutinitas harian Anda. Ajaklah anak ke taman atau halaman rumah untuk melibatkan kegiatan yang melibatkan berlari, melompat, melatih keseimbangan tubuh, menendang, melempar, dan sebagainya.

Sehingga, anak-anak akan menjadikan aktivitas tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.

2. Biarkan anak mencoba dan menentukan apa yang mereka nikmati.

Anda penyuka sepakbola, bukan berarti Anda bebas mengajak anak untuk rutin berlatih sepak bola terus menerus. Itu bisa menyebabkan kelelahan, bahkan cedera bila anak terlalu dipaksa untuk aktif dalam bidang tertentu.

Lebih baik, ajak anak untuk mencoba berbagai jenis olahraga. Biarkan anak memilih mana olahraga yang paling mereka sukai dan nikmati.

Sehingga, anak akan menganggap olahraga sebagai hal yang menyenangkan, bukan sebagai paksaan yang melelahkan.

Komentar

komentar