Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Tuesday,23 October 2018
Ilustrasi (IST)

Gila! Dibantu Tiga Rekannya, Oknum Polisi Perkosa Gadis di Pekanbaru

Pekanbaru – Entah apa yang ada di pikiran Brigadir Mardiyus serta tiga rekannya yang juga anggota polisi. Anggota Polsek Tampan, Pekanbaru itu menculik dan memperkosa gadis.

Peristiwa ini berawal dari laporan korban ke Polresta Pekanbaru, pada Kamis (16/6/2016) sekitar pukul 01.00 WIB. Dalam laporannya, korban mengadukan nasibnya yang diculik 4 pria satu di antaranya angggota Polsek Tampan, Brigadir Mardiyus, jabatan Unit Shabara Polsek Tampan.

Dalam laporannya disebutkan, saat korban pulang kerja dengan sepeda motor diikuti mobil avanza warna biru. Setibanya di Jalan Naga Sakti di kawasan Stadion Utama Riau, korban didesak untuk berhenti pada Rabu (15/6) pukul 17.30 WIB.

Setelah berhenti, satu pria keluar dari mobil dan memaksa korban untuk masuk dalam mobil. Warga yang ada di sekitar lokasi, mencoba menghampiri mobil tersebut. Sebab korban saat itu beteriak meminta tolong.

Namun begitu warga mendekat, pria yang mengemudikan mobil yakni anggota Polsek Tampan, Brigadir M keluar. Pria ini lantas mengacungkan senpinya sembari meletuskan sekali ke udara. Melihat hal itu, warga pun menghindar menjauh.

Selanjutnya, korban dibawa ke arah jalan Garuda Sakti perbatasan dengan Kabupaten Kampar. Dalam perjalanan, Brigadir M dari jok depan pindah ke belakang. Di dalam mobil itu korban diperkosa. Ketiga rekannya hanya membantu memudahkan pelaku untuk memperkosa. Usai puas melampiaskan nafsu bejatnya, korban ditinggalkan begitu saja.

Korban mengetahui pasti bahwa pelakunya anggota polisi, karena pekaku memperkosa masih menggunakan pakaian dinas yang ditutup jaket. Ketiga rekannya itu adalah, Inaf, Hen dan Kabul.

Kapolresta Pekanbaru, AKBP Tony Hermawan kepada detikcom membenarkan kasus tersebut. Dia merasa malu dengan ulah anggotanya di Polsek Tampan itu.

“Kini pelakunya sudah kita amankan. Ini benar-benar buat malu kesatuan. Saya kesal betul melihat anggota itu,” ucap Kapolresta Pekanbaru, AKBP Tony Hermawan.

Komentar

komentar