Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Friday,19 October 2018
Ilustrasi (IST)

Inflasi Kepri di Bawah Nasional

Tanjungpinang – Bank Indonesia menyatakan inflasi di Provinsi Kepulauan Riau bulan Mei 2016 sebesar 3,30 persen, lebih kecil dibanding tingkat nasional yang mencapai 3,33 persen.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia untuk Kepri Gusti Raizal Eka Putra, di Tanjungpinang, Rabu, mengatakan inflasi di wilayah ini harus dipertahankan dengan menjaga stabilitas harga barang dan jasa kebutuhan masyarakat.

“Semua pihak terkait harus bekerja sama berupaya mempertahankan inflasi, jangan sampai lebih tinggi dari tingkat nasional,” ujarnya, Rabu (15/6).

Pernyataan itu juga disampaikan Gusti saat rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang dipimpin langsung Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Selasa (15/6).

“Pemerintah pusat saat ini konsisten menekan angka inflasi,” ucapnya.

Gusti juga menjelaskan dalam rapat tersebut juga membahas bahan komoditas yang mengalami kenaikan yakni daging dan beras yang menjadi isu nasional.

“TPID saat ini sedang membuat langkah menekan inflasi pada daging dan beras, dan langkah-langkahnya kita harus lebih proaktif, Kota Tanjungpinang melalui BUMD saat ini juga telah proaktif dan Bulog juga dalam menekan peningkatan inflasi,” ujarnya.

Dalam membantu menekan inflasi di Kepri, TPID juga akan melakukan kerja sama terhadap distributor-distributor di Kepri.

“Kami mengajak distributor bekerjasama, kita juga meminta kepada masyarakat untuk tidak membeli barang berlebihan di bulan ramadhan ini,” jelasnya.

Sebab, pada bulan Ramadhan ini masyarakat mempunyai kebiasaan membeli barang berlebihan. Seperti membeli beras.

“Bila sebelum puasa biasanya membeli beras untuk stok seminggu, janganlah dibulan puasa membeli beras untuk stok sebulan. Mulailah hidup hemat, dibulan puasa tidaklah harus makan berlebihan,” ungkapnya.

Selain dari kenaikan inflasi dari sembako, kenaikan inflasi dari angkutan juga sedang kami tekan.

“Angkutan misalnya dari Tanjungpinang telah melakukan koordinasi memanggil maskapai-maskapai dan pengusaha-pengusaha supaya kenaikan bisa terkendali karena ketika lebaran masyarakat banyak yang menggunakan pesawat dan ada selling price yang ditetapkan. Kalau semua bisa menjaga pasti bisa terkendali, terkadang mendekati hari H ada yang tidak sesuai dengan yang ditetapkan tetapi masyarakat berapa pun pasti dibeli,” katanya. (Antara)

Komentar

komentar