Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Sunday,22 July 2018
Ilustrasi (IST)

Ini Dia Bahaya Anak Kecanduan Internet

Ranti tampak khawatir. Hampir semenit sekali dia mengecek ponselnya. Saat duduk pun, kakinya selalu bergoyang seperti orang yang sedang cemas. Saat ditanya kenapa dia tampak gundah, perempuan 40 tahun itu menjawab pelan, anakku.

Sudah hampir pukul 20.00 dan anaknya yang duduk di bangku kelas VII belum juga pulang. Ranti dan suaminya tidak tahu di mana keberadaan sang buah hati. Ponsel putra bungsu itu mati dan tidak bisa dihubungi sejak sore.

“Aku takut. Soalnya, beberapa waktu lalu anakku ketahuan lagi nonton film porno di kamar. Setelah digeledah papanya, ternyata di laptopnya dia simpan beberapa film dewasa. Enggak tahu dapat dari mana, siapa yang menjerumuskan,” tuturnya.

Ranti khawatir anaknya diam-diam punya kegiatan lain di luar sekolah. Kegiatan yang tidak diketahuinya. Kegiatan yang membahayakan buah hatinya. Apalagi, belum lama ini, sang putra juga kedapatan membolos dan berada di sebuah rental online game.

Kekhawatiran Ranti tidak berlebihan. Zaman sekarang, di mana arus informasi begitu bebas dan terbuka, siapapun bisa terpapar konten negatif dari dunia digital. Anak sekecil apapun bisa mengakses konten terlarang dan berkenalan dengan pergaulan yang negatif.

Para orang tua pun dilanda dilema. Apakah anak di bawah umur perlu dibekali ponsel pintar dan dibiarkan mengakses internet tanpa pengawasan. Namun, jika dibatasi, tidakkah itu akan menghambat haknya untuk memperluas jendela pengetahuannya akan hal-hal inspiratif.

Internet tak ubahnya pedang bermata ganda. Di tangan yang tepat, dia akan mendatangkan manfaat. Namun, di tangan yang salah, dia akan menjadi petaka bagi kehidupan seseorang. Bayangkan, jika petaka itu jatuh ke anak di bawah umur yang belum stabil secara emosional.

Banyak kasus di mana anak yang kecanduan Internet mulai terganggu aktivitas belajar-mengajarnya. Mereka mulai coba-coba membuka konten dewasa, dan ketagihan. Kenakalan pun berlanjut, mulai dari bolos sekolah untuk ke warnet hingga menggelapkan uang sekolah. (Tmp)

Komentar

komentar