Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Wednesday,21 November 2018
Ilustrasi (IST)

Ini Dia Penyebab Inflasi di Riau

Pekanbaru – Badan Pusat Statistik menyatakan Provinsi Riau pada Mei 2016 di Riau terjadi inflasi sebesar 0,20 persen, dengan kelompok makanan menjadi pemberi sumbangan inflasi tertinggi.

“Masuk dalam kelompok makanan juga minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,58 persen dengan andil 0,12 persen,” kata Kepala BPS Provinsi Riau, Mawardi Arsad di Pekanbaru, Rabu (1/6).

BPS menghitung inflasi di Riau berdasarkan tingkat inflasi di Kota Pekanbaru, Dumai dan Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir.

Menurut dia, komoditas utama yang mengalami inflasi dan memberikan andil terbesar pada kelompok ini adalah gula pasir, rokok kretek, nasi dengan lauk, rokok putih, rokok kretek filter, dan lain sebagainya.

Kemudian diikuti kelompok pengeluaran transportasi (termasuk komunikasi dan jasa keuangan) sebesar 0,46 persen dengan andil 0,08 persen.

“Kelompok transportasi mengalami kenaikan akibat orang Pekanbaru yang cenderung bepergian ke Bandung, Batam, Sumbar, Medan dengan tingkat mobilitas mengalami kenaikan,” katanya.

Ia menyebutkan posisi inflasi Riau sebesar 0,20 persen itu sekaligus menggambarkan terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 122,28 pada April 2016 menjadi 122,52 pada Mei 2016. Untuk tingkat deflasi tahun kalender tercatat sebesar 0,45 persen, sedangkan tingkat inflasi tahun ke tahun / year on year sebesar 2,19 persen.

“Inflasi Riau juga dipicu oleh kelompok sandang sebesar 0,36 persen dengan andil 0,02 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,09 persen dengan andil 0,004 persen, serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,02 persen dengan andil 0,001 persen,” katanya. (Antara)

Komentar

komentar