Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Sunday,21 October 2018
Ilustrasi pemadaman (IST)

PLN Riau Akui Masih Ada Pemadaman

Pekanbaru – Perusahaan Listrik Negara Wilayah Riau dan Kepulauan Riau mengakui masih ada pemadaman yang dilakukan selama Ramadan karena faktor teknis yang tak bisa dihindari.

“Memang ada pemadaman terencana, baik itu pemeliharaan atau akibat lain. Dalam pelaksanaan operasional harian ada beberapa mesin pembangkit yang mengalami gangguan dan itu tidak bisa dihindarkan tapi sifatnya tidak masif dan bisa kita tangani dengan baik,” kata General Manager PLN WRKR, Feby Joko Priharto di Pekanbaru, Jumat (17/6).

Dia mencontohkan seperti beberapa hari lalu Pembangkit Sumsel V dan Teluk Sirih Sumbar yang membantu pasokan listrik Riau mengalami gangguan. Namun, kata dia, itu bisa segera pulih karena ditanggulangi dengan baik sehingga bisa beroperasi kembali.

Akibat terganggunya aliran listrik interkoneksi tersebut dikatakan Feby membuat terjadinya pemadaman kurang lebih 5-8 Megawatt (Mw). Sedangkan beban puncak listrik di Riau pernah hampir mencapai 600 Mw.

“Itu tentu masih kecil sekali,” imbuhnya.

Saat ini pasokan listrik dari Provinsi Riau hanya miliki kemampuan total 370,6 Megawatt (Mw) terdiri dari Teluk Lembu di Kota Pekanbaru sebesar 145,2 Mw, lalu Koto Panjang di Kabupaten Kampar 95,7 Mw dan Balai Pungut di Duri, Kabupaten Bengkalis 129,7 Mw.

Beban listrik di Riau terutama pada waktu puncak mulai pukul 18.00 WIB terhitung 22 April 2016 telah mencapai sekitar 600 Mw atau daerah tersebut kekurangan pasokan dan mengandalkan jaringan interkoneksi 150 KV sekitar 38 persen atau 232 MW.

Komentar

komentar