Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Friday,19 October 2018
Kebakaran hutan Riau (IST)

Siaga Darurat Kemarau di Riau Diperpanjang

Jakarta – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Riau, memprediksi musim kemarau akan terjadi di wilayah Sumatera mulai Juni hingga Agustus mendatang.

Namun, tahun ini kemarau diperkirakan tidak separah tahun lalu. “Tahun ini gelombang El Nino akan melemah dan menjadi lebih netral. Namun kita tetap melakukan persiapan khusus untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan. Bahkan, status Siaga Darurat di Riau yang akan berakhir hingga 7 Juni diperpanjang hingga November,” kata Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru Sugarin, Selasa (31/5).

Provinsi Riau memiliki tren kebakaran hutan dan lahan setiap tahun. Sebagian besar wilayah Riau gambut yang mudah terbakar. Saat musim kemarau angin datang dari selatan ke utara di Riau belok ke arah timur laut. Jika tidak diantisipasi, asap dari kebakaran hutan akan sampai ke negara tetangga.

Meski El Nino melemah, ujar Sugarin, BMKG tetap akan memantau perkembangannya. Pasalnya, Instruksi Presiden (Inpres) kepada sembilan provinsi wilayah kebakaran hutan dan lahan dinilai cukup keras. Artinya, Kapolda atau Pangdam akan dicopot jika tidak bisa menjaga lingkungannya dari kebakaran. Jadi pemda akan bersifat proaktif mengantisipasi.

Mengenai titik panas (hot spot), Sugarin mengatakan itu tetap ada meski tidak signifikan. Dia mengklaim selalu bergerak cepat memadamkan ketika ada hot spot. Hingga kemarin tidak ada hot spot yang terpantau.

“Hot spot itu kan di-publish dengan tingkat ketebalan yang tinggi. Kalau tidak tinggi, itu tidak membahayakan. Di Riau koordinasinya sudah cukup bagus, pusatnya di Lanud Roesmin Nurjadin,” ujarnya.

Saat ini, ada dua helikopter dan dua pesawat air tracktor dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang siaga. Bantuan didapatkan karena Riau menetapkan status Siaga Darurat. Ini dilakukan untuk mencegah kebakaran seperti tahun lalu. (Antara)

Komentar

komentar