Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Tuesday,11 December 2018
Ilustrasi (IST)

Cara Mengatasi Cemburu Buta dalam Pernikahan

Di dalam pernikahan, pasangan yang cemburu buta biasanya disebabkan oleh beberapa kondisi.

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi cemburu buta antara lain mau mengakui bahwa Anda menyimpan rasa cemburu dan hal itu bisa menciderai pernikahan. Diskusikan akar dari rasa cemburu buta tersebut dengan pasangan Anda.

“Sebenarnya cemburu buta bisa diatasi, tapi dengan usaha yang besar. Sebagaimana kondisi tekanan emosional yang lain, cemburu buta bisa terpicu untuk terus berkembang. Orang yang cemburu buta bisa berdampak merugikan dan menyakitkan bagi orang lain,” imbuh konsultan pernikahan (marriage expert) Sheri Stritof.

Jangan memata-matai pasangan atau orang lain yang Anda curigai tanpa alasan. Selain itu, ada baiknya mendapatkan sesi bimbingan dengan psikolog atau ahli konseling pernikahan. Lalu, sadarilah bahwa Anda tidak bisa mengontrol orang lain.

Bersama dengan pasangan, tetapkanlah kesepakatan bersama tentang bagaimana kehidupan pernikahan yang harus dijalani bersama. Jangan ada kebohongan atau hal-hal yang ditutup-tutupi dari pasangan.

Alasan Cemburu Buta dalam Pernikahan:

* Ekspektasi yang tidak realistis terhadap pernikahannya
* Ekspektasi yang tidak realistis terhadap pasangan maupun hubungannya
* Pengertian yang salah kaprah tentang makna sebuah hubungan
* Pernah mengalami kekecewaan pada masa lalunya
* Tidak percaya diri
* Was-was (insecure)
* Takut dikhianati atau dicampakkan
* Takut kehilangan seseorang yang dianggap penting dalam hidupnya
* Rasa posesif yang terlalu intens
* Keinginan untuk mengendalikan pasangan dan hubungan

Konsekuensi Cemburu Buta dalam Pernikahan:

* Kebencian
* Berkurangnya kepercayaan
* Kemarahan
* Kecenderungan defensif
* Banyak berargumen
* Pasangan harus membuang energi karena terdesak untuk terus-menerus berusaha meyakinkan
* Depresi
* Keinginan balas dendam
* Terus mempertanyakan kebenaran
* Reaksi fisik seperti gemetaran, pusing, perubahan pola tidur, dan kebiasaan makan
* Ancaman perceraian (Tmp)

Komentar

komentar