Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Saturday,23 June 2018
Ilustrasi (IST)

Dinkes Dumai Gelar Rakor Pengawasan Vaksin Palsu

Dumai – Dinas Kesehatan Kota Dumai menyikapi persoalan peredaran dan pengawasan vaksin palsu dengan menggelar rapat koordinasi imunisasi dengan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Pekanbaru, kepolisian dan unsur medis, Kamis.

Hadir dalam pertamuan rakor ini, Kepala Dinas Kesehatan Dumai Paisal, Kasi Pemeriksaan BPOM Pekanbaru Veranika Ginting, Direktur RSUD Syaiful, Kasat Reskrim Polres AKP Herfio Zaki, ikatan apotik dan dokter anak serta tim medis lain.

Kasi Pemeriksaaan BPOM Pekanbaru Veranika Ginting menyebutkan, hasil koordinasi dengan instansi pemerintah daerah disimpulkan bahwa pengadaan vaksin atau serum langsung dipasok Kementerian Kesehatan RI.

Vaksin anti kekebalan untuk bayi dan balita yang dipakai RSUD, Puskesmas milik pemerintah yang dikirim Kemenkes RI tersebut disuplay ke provinsi dan kabupaten kota oleh rekanan Bio Farma.

“Alur pengiriman vaksin dari kementerian ke daerah sudah jelas, sehingga kecil potensi beredar yang palsu, tapi kita tetap lakukan inspeksi mendadak ke sejumlah fasilitas kesehatan sesuai koordinasi,” kata Veranika, Kamis di aula RSUD Dumai (21/7).

Dia menambahkan, BPOM di Provinsi Riau telah melakukan pemeriksaan vaksin dan serum palsu di 123 sarana kesehatan, dan 23 diantaranya dicurigai memakai yang palsu.

Peredaran vaksin atau serum palsu di sejumlah faskes tersebut, menurut dia karena kelalaian pemilik dalam memilik produk dari pemasok, sehingga kedepan perlu ada ketelitian agar tidak terulang lagi.

“Sarana kesehatan harus menerapkan penanganan khusus terhadap vaksin yang disimpan sebelum sampai ke pasien, seperti penyimpanan harus di suhu yang dingin,” ujarnya. (Antara)

Komentar

komentar