Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Sunday,22 July 2018
Foto: Presiden Jokowi saat meninjau langsung kebakaran hutan dan lahan (Setpres)

Istana Kaget Polda Riau Hentikan 16 Perkara Kebakaran Hutan di Riau

Jakarta – Polda Riau mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) untuk 16 perusahaan terkait kasus kebakaran lahan pada tahun 2015. Pihak Istana Kepresidenan terkejut dengan keputusan tersebut.

Kepala Staf Presiden Teten Masduki mengatakan, kasus kebakaran hutan menjadi perhatian khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi). Terlebih dengan yang terjadi di Riau.

“Ya kita kan baru tahu dari 16 kasus kebakaran hutan yang menjadi perhatian Presiden di Riau. Kita tahu Riau pada 2015 itu kebakaran lahan gambut dan hutan cukup besar. Dan memang sampai sekarang titik api di Riau itu dibanding daerah lain paling tinggi. Jadi kita memang memberikan perhatian,” kata Teten di kantornya Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (28/7/2016).

Teten mengatakan, pada pekan lalu dirinya berkunjung ke Riau terkait dengan kasus kebakaran htan dan lahan, termasuk memastikan proses hukum kasus tersebut. Namun, apa yang ditemukannya cukup mengagetkan.

“Kemarin waktu minggu lalu saya ke Riau untuk memastikan satgas penanggulangan bekerja dengan baik, termasuk juga proses hukum terhadap kasus-kasus kebakaran hutan dan lahan di tahun yang lalu. Tapi, cukup mengagetkan dari 16 kasus kebakaran hutan di-SP3-kan. Saya sudah laporkan ke Presiden, lalu Presiden meminta saya membicarakan dengan Kapolri, dengan Kemenhut,” kata Teten.

Teten mengatakan perlu kehati-hatian dalam menelaah masalah ini. Namun Teten menegaskan, tindak pidana bukanlah satu-satunya cara untuk memberikan efek jera.

“Tapi tentu ini masalah hukum yang kita harus hati-hati melakukan intervensinya karena ini wilayah hukum yang otonom. Tetapi tindak pidana itu bukan satu-satunya instrumen untuk buat efek jera pelaku pembakaran. Masih ada sanksi administratif, perizinan yang ada di wilayah pemerintah. Dan ini saya kira sudah dibicarakan dengan Ibu Menteri Kehutanan (Siti Nurbaya),” kata Teten.

Komentar

komentar