Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Tuesday,18 December 2018
Menteri Keuangan Sri Mulyani (IST)

Menteri Ekonomi Baru Harus Selesaikan Masalah

Jakarta – Presiden Joko Widodo baru saja melakukan perombakan pada beberapa pos menteri ekonomi.

Reshuffle ini dipandang sebagai langkah yang positif untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi yang telah dipatok Presiden sejak awal masa jabatannya.

Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk Josua Pardede mengungkapkan, pengumuman reshuffle kabinet, khususnya pos ekonomi cukup positif bagi ekonomi.

Perombakan ini tak lain adalah untuk mengoptimalkan koordinasi kabinet guna mencapai Rencana Kerja Pemerintah (RKP) serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

Adapun beberapa isu ekonomi yang perlu segera diselesaikan dalam jangka pendek menengah adalah menjaga ekspektasi investor dan masyarakat terkait ekspektasi pertumbuhan ekonomi serta implementasi paket-paket kebijakan.

“Meskipun sebagian besar indikator makro cukup terkendali di mana Produk Domestik Bruto (GDP) masih robust, inflasi semakin terkendali, dan external balance yang masih dalam level yang cukup sehat, namun faktanya di lapangan daya beli masyarakat khususnya di desa belum membaik,” ujar Josua kepada Kompas.com, Rabu (27/7).

Pekerjaan rumah lainnya adalah pertumbuhan ekonomi belum cukup berkualitas.

Ini dapat dilihat dari rendahnya daya serap tenaga kerja dan ketimpangan yang makin lebar.

Josua memandang, pemerintah dengan pos ekonomi yang baru harus mendorong optimalisasi penerimaan negara, sehingga APBN jauh lebih sehat.

“Menurut saya, asesmen Presiden terhadap menteri-menteri yang diganti berdasarkan pula persepsi masyarakat terhadap kinerja menteri tersebut, terutama dengan kinerja menteri-menteri yang belum optimal,” ujar Josua. (Kmps)

Komentar

komentar