Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Wednesday,12 December 2018
Operasi militer (IST)

Operasi Militer di Filipina Selatan Beresiko

Jakarta – Pengamat militer dari Institute for Defense and Peace Studies (IDPS) Mufti Makarim menilai, operasi militer untuk membebaskan 7 warga negara Indonesia akan sangat berisiko bagi para sandera.

Menurut dia, penyandera bisa berbalik menyerang dengan cara meningkatkan ancaman terhadap 7 WNI yang disandera.

Mufti berpendapat, meski tentara Indonesia diperbolehkan masuk ke wilayah Filipina, sebaiknya pembebasan sandera dilakukan dengan perencanaan dan pertimbangan yang matang.

“Karena ini bukan juga sesuatu yang tanpa risiko karena kita tahu bahwa trend dari pembebasan sandera sebagian besar bukan melalui operasi militer yang bersifat masif, tetapi membutuhkan pertimbangan matang,” kata Mufti, saat dihubungi, Jumat (1/7).

Menurut Mufti, pada umumnya, upaya pembebasan sandera mengedepankan operasi intelijen, bukan militer.

“Termasuk melakukan penebusan sandera karena (operasi militer) terlalu berisiko,” kata dia.

Ia mengatakan, dalam operasi militer juga diperlukan strategi yang tepat, di antaranya pemetaan area, serta antisipasi untuk hal-hal yang dianggap sebagai hambatan.

“Komisi I relevan meminta konfirmasi kepada Menhan,” kata dia. (Kmps)

Komentar

komentar