Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Thursday,19 July 2018
Foto: Dok. KTLA

Pasangan Menikah 58 Tahun Ini Meninggal Bergandengan Tangan

San Antonio – Cerita mengharukan datang dari pasangan asal Texas, Amerika Serikat. Pasangan yang sudah menikah selama 58 tahun ini tetap setia sampai akhir hayat memisahkan. Mereka meninggal dalam keadaan bergandengan tangan.

Situs afiliasi CNN, KTLA melaporkan, pasangan asal San Antonio, Texas, Amerika Serikat bernama George dan Ora Lee Rodriguez meninggal bergandengan tangan di rumah mereka. Keduanya wafat setelah merayakan ulang tahun pernikahan mereka yang ke-58 pada 1 Juni 2016.

Corina Martinez, putri dari George dan Ora, menuturkan, ayah dan ibunya sebelumnya sama-sama menderita dementia, penyakit yang menyebabkan kemampuan otak seseorang mengalami kemunduran. Dan beberapa bulan lalu, ayahnya terkena stroke. Corina memutuskan untuk merawat ayah dan ibunya di rumah.

Kabar duka yang mengharukan itu datang, sepekan setelah George dan Ora merayakan ulang tahun pernikahan mereka. George meninggal dalam tidurnya. Dan tiga jam kemudian, Ora menyusul sang suami untuk selamanya.

KTLA2

“Mereka ada di rumah, di atas tempat tidur rumah sakit mereka dan bersebelahan. Mereka saling bergandengan tangan,” cerita Corina menggambarkan momen ketika ayah dan ibunya meninggal dunia.

Saat melihat hal yang menakjubkan itu, Corina mengaku begitu terharu. “Aku tidak percaya hal seperti ini ternyata benar-benar ada di dunia. Biasanya kita hanya melihatnya di film seperti The Notebook,” ujarnya lagi. Dalam film The Notebook, kedua tokoh utamanya memang meninggal seperti pasangan George dan Ora.

Kisah cinta George dan Ora bersemi sejak keduanya sama-sama duduk di bangku sekolah menengah. Mereka bertemu di sebuah toko daging. Keduanya menikah setelah George menyelesaikan tugas militernya. Dari pernikahan tersebut lahir tiga orang anak.

 

KTLA3

Georgia Perez, putri George dan Ora lainnya mengatakan ibunya memang selalu mengatakan dia akan selalu bersama ayahnya. “Dan itu benar-benar terjadi. Kami tidak berpikir hal itu bisa terjadi,” ujarnya. (dtc)

Komentar

komentar