Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Monday,22 October 2018
Foto: Pool

Tahan Dana WNI ‘Pulang Kampung’, Bank di Singapura Tawarkan Insentif

Jakarta -Dengan adanya program pengampunan pajak atau tax amnesty, dimungkinkan adanya dana Warga Negara Indonesia (WNI) yang selama ini parkir di luar negeri salah satunya dari Singapura, kembali ke Indonesia.

Kalangan dunia usaha mengaku ada informasi penawaran dari bank-bank yang berada di Singapura agar dana tersebut tidak dibawa pulang.

“Ini khususnya pengusaha-pengusaha besar, bahwa ya sudah deklarasi saja duitnya tetapi di Singapura dan tebusan deklarasinya 4% mereka yang bayarkan. Jadi itu memang sudah ditawarkan oleh bank-bank besar di Singapura,” kata Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (21/7/2016).

Rosan tidak mempermasalahkan hal tersebut. Justru ini membuktikan bahwa benar banyak dana dari Indonesia yang disimpan di Singapura.

“Kalau pengusaha lihatnya, mereka mau berusaha ya biarin saja sah-sah aja. Tapi kalau buat kita, dengan Singapura coba menahan tax amnesty Indonesia, artinya memang ada dana signifikan. Kalau tidak mereka nggak akan memberikan insentif kepada para pengusaha,” paparnya.

Rosan mengaku telah bertemu dengan KADIN Singapura beberapa waktu lalu untuk membahas program tax amnesty. Menurut Rosan, hal ini adalah cara untuk membangun Indonesia.

“Mereka belain negaranya, sama juga saya membela negara saya dengan sepenuh hati, saya mengatakan ini kan insentif di mana kita juga ingin bangun negara kita juga, selama ini kan sudah banyak nih duit dari Indonesia, jadi sekarang sudah saatnya duitnya balik ke Indonesia untuk pembangunan negara kita,” jelas Rosan.

Rosan meyakini program tax amnesty akan berhasil dengan banyaknya dana yang masuk ke dalam negeri meskipun masih sulit untuk diperkirakan nominalnya.

“Kalau dibilang dana repatriasinya berapa, kita terus terang agak sulit ya, karena tidak ada satu orang pun yang tau pastinya duit di luar negeri berapa, semuanya perkiraan. Tapi kita mengharapkan program berjalan dengan baik dan idealnya dana yang masuk lebih banyak dan juga bisa untuk membangun kepentingan rakyat kita,” ujarnya.

Rosan menambahkan, bahwa anggapan sebagian masyarakat mengenai program tax amnesty untuk kepentingan konglomerat adalah salah. Sebaliknya, program ini justru diharapkan membawa keterbukaan perpajakan dari seluruh kalangan masyarakat.

“Program ini tidak hanya untuk konglomerat, tapi juga untuk masyarakat di kalangan menengah juga karena dana tax amnesty akan dimasukkan untuk pembangunan negara kita sendiri,” imbuhnya.(dtk)

Komentar

komentar