Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Sunday,24 June 2018
Taman Nasional Zamrud (Wisnu/detikcom)

Taman Nasional Zamrud Riau, Aset Lingkungan yang Perlu Dilestarikan

Siak – Provinsi Riau mempunyai satu aset lingkungan yang menjadi paru-paru dunia untuk mengirimkan udara segar ke seluruh penjuru bumi. Aset berharga itu adalah Taman Nasional Zamrud yang berada di Kabupaten Siak.

Taman Nasional Zamrud merupakan taman nasional ke-52 yang ada di Indonesia. Penetapan kawasan ini sebagai kawasan konservasi tertuang dalam Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.350/2016.

Taman Nasional ini berada di Kabupaten Siak Indrapura, letaknya kurang lebih 90 km dari pusat kota Pekanbaru. Dulunya, Taman Nasional ini adalah Suaka Margasatwa Danau Pulau Besar/Danau bawah yang memiliki luas kurang lebih 30 hektare.

Taman Nasional Zamrud merupakan habitat asli dari beberapa flora dan fauna. Diantaranya, pohon meranti, rengas, ramin, durian hutan, pinang merah, burung elang, burung bangau, ikan arwana dan lain-lain. Selain itu ada juga Siamang, tapir, rusa dan buaya air tawar.

Para jurnalis bersama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berkesempatan untuk menelusuri Taman Nasional termuda di Indonesia ini. Sepanjang perjalanan menuju lokasi, kita dimanjakan dengan pemandangan dua sungai besar yaitu Sungai Kampar dan Sungai Siak dengan pepohonan di sekelilingnya.

Sampai di kawasan taman nasional, para pengunjung harus terlebih dahulu menyusuri hutan dengan berbagai pepohonan selama kurang lebih 10 menit. Kemudian, sampailah di danau besar. Perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan sampan kayu berkapasitas 5 orang. Di sekitar lokasi ditemui ada beberapa jenis burung, diantaranya burung elang brontok yang sudah mulai langka.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau Tandya Tjahjana mengatakan, kondisi taman nasional ini tiap tahun makin miris. Perburuan satwa langka hingga illegal logging kerap terjadi di sini.

“Permasalahan dalam pengelolaan di TNZ ini adalah masyarakat nelayan tradisional yang berada si sekitar danau yang melakukan penangkapan ikan, illegal logging dan termasuk perburuan satwa liar yang populasinya semakin terancam,” kata Tandya di Taman Nasional Zamrud.

“Kita harus jaga aset ini untuk kehidupan anak cucu kita kelak,” imbuhnya.

Sementara itu, Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK Tachrir Fathoni memandang dengan adanya Taman Nasional Zamrud ini, masyarakat sekitar bisa memanfaatkannya untuk beberapa aspek, di antaranya untuk rekreasi.

“Kalau sudah berstatus Taman Nasional ada fungsi penelitian , fungsi pendidikan asa fungsi rekreasi yang lestari. Tempat ini bernilai secara internasional kita berharap suatu saat Zamrud bisa warisan internasional. Mari kita lestarikan Zamrud ini agar lestari, indah sepanjang masa,” tutup dia.

Komentar

komentar