Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Monday,22 October 2018
Ilustrasi olahraga malam (IST)

Bahaya Olahraga Malam

Kematian seorang perempuan bernama Priscilla Risye masih diselidiki polisi. Wanita 38 tahun itu meninggal saat berolahraga di Arena Crossfit, Kometa Futsal, Jalan Pluit Selatan, Jakarta Utara, pada Kamis malam, 11 Agustus 2016.

Priscilla melakukan pemanasan dengan lari sejauh 50 meter sebanyak dua kali. Setelah itu, korban pergi untuk beristirahat. Tak lama kemudian, ia kejang-kejang dan tak sadarkan diri.

Priscilla dinyatakan meninggal saat diperiksa dokter di Rumah Sakit Atmaja. Dugaan sementara, ia terkena serangan jantung.

Olahraga malam merupakan pilihan bagi sebagian masyarakat yang tak punya waktu berlatih pada pagi hari. Namun beberapa ilmuwan menyatakan olahraga malam ternyata memiliki risiko untuk kesehatan. Kasus kematian Priscilla bisa menjadi contoh olahraga malam berisiko pada kinerja jantung.

Seperti dilansir Daily Health Post, ada tiga kerugian yang bisa ditimbulkan dari olahraga malam.

1. Suhu tubuh
Tubuh manusia memiliki suhu normal 37 derajat Celcius. Olahraga akan meningkatkan suhu tubuh dan butuh empat-lima jam untuk menstabilkan panas tubuh. Namun, setelah 30-60 menit, tubuh biasanya sudah merasa normal. Pada saat-saat itu, suhu tubuh belum stabil, sehingga dapat mengganggu tidur.

2. Endorfin
Pelepasan endorfin terjadi pada malam hari dipercaya dapat membuat sulit tidur. Namun penelitian ilmiah mengungkapkan, pelepasan endorfin melalui hubungan seks sebenarnya dapat membantu tidur lebih pulas.

3. Adrenalin
Secara umum, denyut jantung akan kembali normal setengah jam seusai latihan. Saat itu seharusnya epinefrin dalam tubuh menjadi stabil. Jadi olahraga harus diakhiri minimal setengah jam sebelum tidur.

Bagi sebagian orang, olahraga malam tidak mempengaruhi kualitas tidurnya. Penelitian pada 2011 membuktikan, orang-orang yang berolahraga 35 menit sebelum tidur memiliki kualitas tidur yang sama dengan yang tidak berolahraga.

National Sleep Foundation pada 2013 mengadakan polling tidur di Amerika yang melibatkan 1.000 partisipan. Hasilnya, 83 persen orang yang berolahraga kapan saja, termasuk pada malam hari, bisa tidur lebih baik daripada yang tidak olahraga sama sekali. (Tmp)

Komentar

komentar