Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Thursday,19 April 2018
Ilustrasi baja China (IST)

Baja China Banjiri Pasar Domestik

Jakarta – Seperti sulit dibendung, produk besi dan baja impor dari Negeri Panda terus membanjiri pasar domestik.

Tak hanya di Indonesia, negaranegara ASEAN lainnya pun turut terkena dampak dari geliat ekspor besi dan baja China itu. Berdasarkan data Bloomberg, China telah mengekspor 10,94 juta ton produk besi dan baja ke pasar global sepanjang Juni. Angka itu merupakan yang tertinggi se panjang 2016.

Adapun, sepanjang paruh pertama tahun ini, ekspor besi dan baja China ke seluruh dunia telah menembus 57,12 juta ton.

Direktur Eksekutif Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) Hidayat Triseputro mengung kapkan selain jorjoran mengeks porbesi dan baja, China juga di tengarai melakukan praktik harga yang tidak fair.

“Impor dari China ini yang paling mengkhawatirkan,” kata Hidayat belum lama ini.

Asosiasi industri besi dan baja Asean, terang Hidayat, sudah berbicara dengan asosiasi besi baja China tetapi belum mendapatkan hasil positif.

“Untuk itu, IISIA akan melakukan dialog lagi dengan Cina dan berkonsultasi dengan asosiasi besi dan baja Asean. Kami meng usulkan supaya pemerintah men dampingi,” kata Hidayat.

Menurut rencana, pembicaraan dengan asosiasi besi dan baja Asean digelar di Vientiane, Laos di sela-sela agenda Asean Senior Economic Officials Meeting.

Secara umum, Hidayat mengakui, masuknya produk baja dan besi impor itu ditengarai akibat belum maksimalnya perlindungan terhadap produk tersebut, kendati ada mekanisme perlindungan pasar melalui tindakan pengamanan perdagangan (safeguard) atau antidumping.

“Fakta di lapangan mekanisme pengamanan perdagangan belum ada pengaruhnya, sehingga utilisasi produksi juga tidak maksimal.” (Tmp)

Komentar

komentar