Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Monday,22 October 2018
Kakanwil DJBC Kepri Parjiya (tenbgah), Kapolda Kepri Brigjen Sam Budigusdian, Plt Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Bupati Karimun Aunur Rafiq, dan Kapolres Karimun Kompol I Made, saat ekspose penangkapan bahan peledak Amonium Nitrat, Rabu (20/4/2016). (DOK Jawa Pos)

Bea Cukai Kepri Gagalkan Penyelundupan Ammonium Nitrat

Karimun – Bea Cukai Kepulauan Riau menggagalkan penyelundupan 2.300 karung bahan peledak jenis ammonium nitrat asal Malaysia tujuan Flores.

“Kami masih menunggu hasil penelitian bersama teman-teman kepolisian,” kata Kabid Penindakan dan Sarana Kanwil Ditjen Bea Cukai, Kepri R Evy Suhartanyo saat dikonfirmasi, Rabu (31/8).

Ammonium nitrate sebanyak itu diangkut KM Hikma Jaya GT 30. Kapal berbendra Indonesia itu dicegat kapal patroli BC 7006 yang dikomandani Rico Naibaho di perairan Natuna Pada Senin (29/8) dinihari.

Petugas patroli mencegat kapal tersebut karena ammonium nitrat tersebut diduga tidak dilengkapi dokumen pelindung yang sah.

Menurut sumber di lapangan, KM Hikma Jaya dengan ABKA 10 orang, mengangkut sekitar 2.300 karung dengan isi 25 per karung. Total ammonium nitrat muatan kapal tersebut lebih dari 57.000 kilogram.

Kapal dan muatan berikut nakhoda maupun seluruh telah tiba di dermaga Ketapang Kanwil DJBC Khusus Kepri di Meral, Kabupaten Karimun pada Selasa (30/8) sore.

Sejumlah truk bolak-balik dari dermaga Ketapang memindahkan karung-karung berisi ammonium nitrat tersebut ke gudang penyimpangan barang bukti Kanwil Ditjen BC Khusus Kepri. (Antara)

Komentar

komentar