Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Sunday,21 October 2018
PGN (IST)

Digarap PGN-Pertagas, Pengelolaan Pipa Duri-Dumai Belum Jelas

Jakarta – PT Pertamina Gas (Pertagas) mengaku belum mengetahui skema pengelolaan pipa gas Duri-Dumai. Pasalnya, perusahaan masih menimbang-nimbang kerjasama yang efektif dengan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), yang merupakan mitra Pertagas dalam mengelola jaringan pipa ini.

Direktur Utama Pertagas, Hendra Jaya menjelaskan, sebetulnya pemerintah telah mengatur pengelolaan pipa gas Duri-Dumai, yang dimuat di dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) no. 4975 K/12/MEM/2016 yang diteken Sudirman Said pada bulan Juni lalu.

Di dalam keputusan itu, dijelaskan bahwa pemerintah menunjuk Pertagas dan PGN sebagai badan usaha yang mengelola jaringan gas Duri-Dumai. Namun sayangnya, keputusan itu tidak menjelaskan format pengelolaan pipa yang harus dijalankan dua badan usaha tersebut.

Akibatnya, kedua perusahaan masih meraba-raba sistem kerjasama yang efektif dalam mengelola jaringan pipa ini.

“Kami sedang bicarakan dengan teman di PGN untuk menangani proyek ini secara efektif dan efisien. Karena kan kami ditunjuk berdua,” ujarnya, Selasa (30/8).

Lebih rinci, ia mencontohkan beberapa opsi kerjasama yang sudah dibicarakan dengan PGN. Salah satunya, adalah membuat anak usaha bersama dengan PGN yang khusus mengelola jaringan gas Duri-Dumai.

Namun menurutnya, administrasi dalam membangun anak usaha ini terlalu berbelit-belit. Terlebih, pipa gas Duri-Dumai tidak memiliki jarak yang signifikan, hanya 67 kilometer (km) saja.

“Barangkali perlu dipertimbangkan lagi kalau bikin anak usaha, karena volumenya tidak banyak. Mungkin ribet di administrasi, karena harus ada persetujuan pemegang saham dan lainnya,” tambahnya.

Selain itu, opsi lain yang tengah dipertimbangkan adalah pembagian pengelolaan jaringan secara separuh-separuh. Dengan kata lain, masing-masing Pertagas dan PGN membangun dan mengelola 50 persen dari panjang pipa yang akan dibangun. Menurut Hendra, sistem ini lebih efektif dibandingkan harus membuat anak usaha.

“Nanti bisa dibagi-bagi, satu segmen pipa PGN berapa kilometer, sedangkan satu segmen Pertagas bisa berapa kilometer. Nanti dibaginya sesuai persentase saja, 50 persen. Ini bisa saja dipikirkan,” tuturnya.

Kendati masih belum menentukan skema kerjasama, ia optimistis pipa Duri-Dumai bisa selesai kuartal I 2017, sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM.

“Kami yakin masih bisa sesuai jadwal,” imbuhnya.

Sebagai informasi, pipa gas Duri-Dumai akan dimanfaatkan Pertamina untuk memasok gas ke kilang perusahaan di Dumai, Riau. Sementara itu, PGN sendiri berencana menggunakan jaringan Duri-Dumai untuk memasok gas bagi industri Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi. (CNNIndonesia)

Komentar

komentar