Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Tuesday,17 July 2018
Ilustrasi pemadaman lahan yang terbakar (IST)

Fokus Pemadaman Lahan di Pesisir Riau

Pekanbaru – Komandan Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin Marsekal Pertama TNI Henri Alfiandi mengatakan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan pada akhir pekan ini difokuskasn di wilayah pesisir Provinsi Riau.

“Potensi membesar itu daerah utara, seperti Dumai dan Rokan Hilir,” kata Henri Alfiandi yang turut menjabat sebagai Dansatgas Udara Kebakaran Hutan dan Lahan Riau di Pekanbaru, Sabtu (13/8).

Pada dasarnya, kata Danlanud, jajarannya terus melaksanakan patroli rutin di seluruh wilayah Riau. Ketika ditemukan adanya titik api, helikopter dan pesawat pengebom air akan langsung memadamkan.

Namun, ia mengatakan wilayah pesisir Riau seperti Rokan Hilir, Dumai termasuk Bengkalis sudah 20 hari tidak diguyur hujan.

“Sekarang (di wilayah tersebut) 20 hari tanpa hujan. 5 hari tanpa hujan saja, sangat rawan untuk terbakar,” lanjutnya.

Satgas Udara Karhutla Riau saat ini memiliki dua unit helikopter jenis MI-8 dan MI-171 serta dua unit pesawat Air Tractor (AT). Seluruh armada yang digunakan untuk pengeboman air itu berada di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.

Namun, Danlanud mengatakan saat ini Satgas Udara hanya dapat mengoperasikan pesawat AT lantaran dua heli dilakukan perawatan berkala. “Mudah-mudahan pekan depan bisa beroperasi dan dapat dimanfaatkan kembali,” jelasnya.

Dalam sepekan terakhir, kebakaran lahan melanda sejumlah wilayah Riau seperti Bengkalis, Rokan Hilir, Dumai, Rokan Hulu, Pelalawan dan terakhir Pekanbaru. Namun, sebagian wilayah yang mengalami kebakaran berhasil dikendalikan. (Antara)

Komentar

komentar