Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Friday,20 July 2018

Ini Dia Penyakit yang Disebabkan Makan tak Teratur

Pernahkah Anda melewatkan makan malam karena sibuk menyelesaikan pekerjaan yang dikejar tenggat waktu? Atau melewatkan sarapan karena Anda bangun terlambat? Selama Anda ingat untuk menghindari makan berlebihan di waktu makan selanjutnya, tampaknya tidak masalah. Tapi, belum tentu begitu.

Dua hasil studi yang dipublikasikan dalam Proceeding of the Nutrition Soeciety mengungkapkan, bahwa bukan hanya tentang apa yang Anda makan, tapi kapan Anda makan juga akan berpengaruh pada kesehatan Anda.

Terbiasa makan tidak teratur akan membuat tubuh obesitas, tekanan darah tinggi, dan berisiko terserang diabetes tipe 2 – di luar masalah berapa banyak kalori yang dikonsumsi.

Salah satu studi memeriksa pola makan internasional dan menemukan kemungkinan hubungan antara obesitas dan makan lebih banyak kalori di sore hari.

Hasil studi lainnya menyimpulkan, bahwa orang yang makan enam kali dalam sehari di waktu yang sama memiliki kadar Kolesterol dan insulin yang lebih baik, ketimbang mereka yang makan tidak teratur, dalam kasus ini, tiga sampai sembilan kali makan dalam sehari.

“Kami menemukan, bahwa orang dewasa yang  mengonsumsi kalori selama makan di waktu yang sama dari hari ke hari, lebih kecil kemungkinannya untuk obesitas meski mengonsumsi lebih banyk kalori, ketimbang mereka yang makan dengan waktu yang tak teratur, “ jelas Gerda Pot, PhD, dosen tamu di Departemen Diabeets dan Nutrisi, King’s College Londdon, yang melakukan kedua penelitian tersebut.

Meskipun tampaknya tak masuk akal, bahwa waktu makan sangat memengaruhi kesehatan Anda, studi ini adalah bagian dari bidang yang disebut Chrononutrition, di mana peneliti mengeksplorasi hubungan antara metabolisme dan ritme sirkadian.

Banyak proses metabolik di dalam tubuh, seperti nafsu makan, pencernaan, dan metabolisme lemak, Kolesterol, serta glukosa, yang mengikuti pola berulang  selama 24 jam, jelas Pot.

“Makan tidak teratur akan mengganggu jam internal tubuh. Inilah yang kemudian akan menyebabkan bertambahnya berat badan dan berbagai risiko kesehatan lainnya,” ujarnya. (Kmps)

Komentar

komentar