Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Sunday,21 October 2018
Menkominfo Rudiantara

Menkominfo tak Bisa Ikuti Kemauan Semua Operator

Jakarta – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkminfo) Rudiantara menyatakan perhitungan penurunan tarif interkoneksi yang ada saat ini merupakan keputusan yang terpaksa diambil pemerintah. Pasalnya perundingan dengan seluruh operator dinilai menemui jalan buntu.

“Kalau mengikuti keinginan semua operator, pecah kepala kita, pusing kepala kita! Karena hitungannya semua berbeda, investasi berbeda, maka ada yang minta turun 10 persen, 40 persen, 50 persen. Kalau perlu kami buka tabelnya semua nanti,” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Rabu (24/8).

“Pemerintah tidak bisa mengikuti salah satu, harus firm, karena itu melakukan perhitungan seadil-adilnya. Sehingga kami keluarkan perhitungan dalam bentuk surat edaran, belum Peraturan Menteri. Kami tahu ini masih banyak yang ingin turun lebih besar atau naik lebih besar,” pungkasnya.

Rudiantara menjelaskan runutan proses penghitungan tarif interkoneksi yang sudah dilakukan sejak 2015 dan diikuti oleh semua operator.

Pada Juli hingga Desember 2015, juga sudah dilakukan tinjauan terhadap model perhitungan tarif interkoneksi. Sepanjang periode ini, menurut Rudiantara, operator seperti Telkomsel, Indosat, XL, Smartfren, Hutchison Tri Indonesia, hadir dan saling berdiskusi.

“Terakhir interkoneksi itu dihitung pada 2013, lalu kami mempersiapkan penghitungan ulang interkoneksi pada 2015 dan mulai konsultasi publik pada 5 Februari 2015 penghitungan diikuti semua operator. Bayangkan, sudah satu tahun lebih dipersiapkan,” terangnya. (kmps)

Komentar

komentar