Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Wednesday,24 October 2018
Ilustrasi tol laut (IST)

Perusahaan China Tertarik Tol Laut di Riau

Pekanbaru –  Sebuah perusahaan asal China, Sinosteel Equipment & Engineering, berniat untuk berinvestasi pada proyek infrastruktur tol laut yang melalui Kawasan Industri Tanjung Buton di Siak, Provinsi Riau.

“Kawasan ini cocok untuk berinvestasi karena letaknya strategis di Selat Malaka. Rencananya, kami akan membangun beberapa infrastruktur pendukung untuk tol laut,” Marketing Development Div II Sinosteel Equipment & Engineering, Bai Wei, kepada wartawan di Pekanbaru, Rabu (4/8).

Kawasan Industri Tanjung Buton memiliki luas lahan kawasan 5.000 hektare (ha).Pemerintah daerah sedang berupaya mengajukan izin Hak Pengelolaan (HPL) karena masih ada 4.400 ha lagi yang belum HPL.

Sinosteel merupakan rekanan dari PT Bosowa Corporindo yang mengelola tol laut di KITB, bekerjasama dengan BUMD Siak. Bosowa bersama beberapa BUMD Siak telah menandatangani MoU di depan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk mengelola Tol Laut di KITB.

Perusahaan itu menilai, Kawasan Industri Tanjung Buton di Siak itu punya posisi bagus yang berdekatan dengan Malaysia dan Singapur, sehingga sangat strategis untuk mendistribusikan sawit dan minyak kelapa sawit mentah (CPO).

Menurut dia, pihak perusahaan sudah melakukan survei ke kawasan itu dan akan dilanjutkan dengan pengumpulan data tambahan untuk menyusun kebutuhan dana investasi.

“Pembangunan infrastruktur pelabuhan ditargetkan dimulai tahun ini,” ujarnya. (Antara)

Komentar

komentar