Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Saturday,21 July 2018
Foto: Kelenteng Dewi Samudra (ANTARA FOTO/Anton)

Polisi Bentuk Tim Cyber Crime Buru Pelaku Provokasi di Medsos

Medan – Polda Sumatera Utara membentuk tim Cyber Crime untuk mengungkap pelaku kerusuhan di Tanjungbalai yang memprovokasi melalui media sosial (medsos). Tim ini menindaklanjuti informasi bahwa kerusuhan turut dipicu provokasi di medsos.

“Sudah dibentuk tim Cyber Crime untuk mengungkap pelaku yang memprovokasi melalui medsos,” kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting, Senin (1/8/2016).

Rina menyebut tim saat ini sudah bekerja, dia belum bisa memastikan apakah benar ada warga yang memprovokasi melalui medsos saat terjadi kerusuhan di Tanjungbalai, Sumut.

“Tim sedang bekerja, kita tunggu saja hasilnya,” sambungnya.

Pasca-kerusuhan tersebut, polisi sudah mengumpulkan batu, dua patung dan rekaman CCTV. Barang bukti tersebut dikumpulkan sebagai petunjuk untuk melakukan penyelidikan.

Baca juga: Bertambah Lagi, Tersangka Kerusuhan di Tanjungbalai Menjadi 17 Orang

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengaku sudah mengantongi nama-nama yang diduga jadi provokator. Tito menjamin akan mengejar pihak-pihak yang menyebarkan ujaran kebencian itu.

“Kita lagi mencari, kita mencari itu tapi kita mengetahui ada beberapa nama sekarang dikembangkan,” jelas Tito di kompleks Istana Kepresidenan, siang tadi.

Sementara itu, Menkominfo Rudiantara mengaku sudah berkoordinasi dengan Kapolri terkait penyebaran ujaran kebencian via medsos yang mengakibatkan meluasnya kerusuhan di Tanjungbalai. Menkominfo pun akan segera memblokir akun-akun yang menyebarkan provokasi itu.

“Tadi saya juga sudah bicara sama Kapolri koordinasi, kemarin saya juga koordinasi terus kok. Artinya memang didunia maya tidak boleh ada ujaran kebencian dan itu bertentangan dengan UU ITE Pasal 28 ayat 2 dan hukuman pidananya ada sampai dengan enam tahun dan hukuman denda sampai Rp 1 M. Itu bisa diremove lah dari sistem, karena jelas bertentangan dengan UU,” kata Rudiantara di kompleks Istana Kepresidenan, Jalan Veteran, Jakarta Pusat. (dtk)

Komentar

komentar