Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Sunday,21 October 2018
Gelora Bung Karno atau GBK (IST)

Proyek Rehabilitasi GBK Harus Rapi

Jakarta – Proyek rehabilitasi venues atau tempat pertandingan olahraga dalam kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, menghabiskan dana yang cukup besar, yakni Rp 2,8 triliun.

Selain berdana besar, pihak yang dilibatkan, seperti kontraktor dan konsultan juga terhitung banyak, yakni sekitar 9 perusahaan. Pihak yang sudah tandatangan kontrak ini, khususnya menggarap proyek venues.

Menteri Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengingatkan, saat pelaksanaan proyek, Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) harus diperhatikan.

Ia mencontohkan proyek mass rapid transit (MRT) Jakarta yang selalu rapi dan mengutamakan SMK3.

“Tidak perlu diawasi sebenarnya, tetapi harus kesadaran. Kalau MRT bisa, kenapa kita nggak bisa?,” ujar Basuki usai penandatanganan proyek pembangunan atau rehabilitasi GBK, di Jakarta, Senin (15/8).

Basuki menuturkan, pembatas jalan MRT selalu disiram air agar bersih setiap subuh.
Hal ini dilakukan para pekerja karena diawasi oleh kontraktor yang berasal dari Jepang.

Untuk pembangunan proyek GBK, Basuki mengharapkan pekerjanya juga tetap rapi agar proyek tetap aman.

Namun, ia berharap, pekerja bisa bekerja sesuai SMK3 bukan karena diawasi seperti pada proyek MRT.

“Apa iya, mental kita seperti itu? Sudah 70 tahun merdeka, masih harus diawasi Jepang,” kelakar Basuki.

Ia yakin, para kontraktor dan konsultan yang telah setuju membangun venues GBK bisa bekerja dengan baik dan juga mengusung SMK3.

Proyek rehabilitasi GBK ini sangat penting, mengingat lokasinya yang berada di pusat kota. Selain itu, proyek ini juga dilangsungkan sebagai persiapan menyambut Asian Games 2018.

Sejumlah kontraktor dan konsultan yang menggarap rehabilitasi venues ini adalah PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama, PT Brantas Abipraya (Persero), PT Virama Karya (Persero), PT Deta Decon, PT Sangkuriang, PT Artefak Arkindo, dan PT Arkitek Team Empat. (kmps)

Komentar

komentar