Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Monday,23 July 2018
Ilustrasi (IST)

Tips Atasi Anak Alergi Susu Sapi

Alergi susu sapi merupakan masalah kesehatan yang kerap terjadi pada anak. Bagaimana memilih susu pengganti yang tepat? Berikut penjelasan dari dr. Reza Fahlevi.

Alergi susu sapi merupakan masalah kesehatan yang kerap terjadi pada anak usia 1-3 tahun. Sekitar 2-3% anak mengalami alergi susu sapi. Penyebab alergi susu sapi adalah protein rantai panjang yang terkandung dalam susu sapi.

Sebagian besar alergi susu sapi terjadi pada anak dengan susu formula. Namun tidak menutup kemungkinan anak dengan ASI juga bisa terkena. Hal ini karena ibu mengonsumsi susu sapi atau produk olahannya sehingga protein susu sapi masuk ke dalam ASI dan menyebabkan alergi pada bayi.

Jika anak mendapatkan ASI, dokter biasanya akan merekomendasikan untuk tetap melanjutkan ASI eksklusif. Namun sebaiknya ibu tidak mengonsumsi susu sapi ataupun produk olahannya. Jika bayi mendapatkan susu formula, maka dokter akan merekomendasikan untuk mengganti susu dengan formula khusus agar tidak timbul reaksi alergi.

• Formula Ekstensif Hidrosilat

Formula ekstensif hidrolisat merupakan susu formula dengan kandungan rantai protein pendek, sehingga sifat alergenik-nya lebih rendah. Formula ini merupakan pilihan utama yang diberikan pada anak yang alergi susu sapi tanpa komplikasi.

• Formula Asam Amino

Ini merupakan susu formula dengan kandungan asam amino. Asam amino adalah komponen penyusun protein, sehingga tidak menimbulkan alergi dan lebih baik daripada formula ekstensif hidrolisat. Sayangnya harga formula asam amino lebih mahal dibandingkan formula ekstensif hidrolisat. Formula asam amino diberikan pada anak yang mengalami gejala alergi susu sapi berat, tidak membaik dengan pemberian formula ekstensif hidrolisat, atau mengalami gagal tumbuh.

• Formula soya

Formula soya terbuat dari susu kedelai yang telah diproses. Formula ini dapat diberikan pada bayi di atas 6 bulan yang mengalami alergi susu sapi. Formula soya biasanya lebih murah, namun masih bisa menyebabkan alergi pada sebagian anak.

Perlu diketahui, pergantian formula awalnya dilakukan selama 2-4 minggu. Amati apakah ada perbaikan gejala atau tidak. Jika sudah membaik dalam 2-4 minggu, susu formula biasa dapat dicoba dengan pemantauan (uji provokasi). Jika sudah tidak terjadi gejala, artinya anak sudah toleran terhadap susu formula biasa. Namun jika masih menimbulkan gejala, maka pemberian formula pengganti perlu dilakukan selama minimal 6 bulan. Baru kemudian dicoba uji provokasi kembali.

Sebaiknya konsultasikan dengan dokter spesialis anak untuk menentukan jenis formula mana yang cocok diberikan untuk anak yang alergi susu sapi. (okz)

Komentar

komentar