Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Monday,23 July 2018
Hj Noorlizah (IST)

Warga Singapura, Istri Gubernur Kepri Gagal Jadi Ketua PKK

Tanjungpinang – Hj Noorlizah, istri dari Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun, sampai saat ini berstatus sebagai warga negara Singapura, sehingga dia tidak dapat dilantik menjadi Ketua Tim Penggerak PKK.

Ketua Komisi I DPRD Kepri Sukhri Fahrial, mengatakan istri dari Gubernur Nurdin tidak dapat dilantik sebagai Ketua PKK, karena bukan WNI.

“Saya pernah mempertanyakan hal itu kepada Mendagri. Jawabannya, istri dari gubernur itu tidak boleh dilantik sebagai Ketua PKK,” ujar politikus Partai Hanura tersebut, Rabu (17/8).

Sukhri mengatakan permasalahan status kewarganegaraan istri gubernur itu bukan informasi baru yang diterima anggota legislatif maupun sejumlah pihak lainnya.

Di internal pemerintahan sudah cukup lama dibicarakan, namun belum ada yang mengungkapkannya.

Informasi terkait Noorlizah baru kali ini menjadi heboh seiring dengan pemberhentian Menteri ESDM yang diketahui berkewargaan Amerika beberapa hari lalu.

Permasalahan status kewarganegaraan Noorlizah itu menjadi hangat dibicarakan lantaran Nurdin dua periode menjabat sebagai Bupati Karimun. Pertanyaan yang muncul, apakah Noorlizah menjabat sebagai Ketua PKK, dan bagaimana pula pertanggungjawaban penggunaan anggaran daerah oleh warga asing.

Sementara sampai saat ini, Ketua PKK Kepri masih Aisyah, istri dari HM Sani, mantan Gubernur Kepri. HM Sani meninggal dunia beberapa bulan setelah dilantik sebagai gubernur.

“Saya sudah pernah tanyakan ini kepada sejumlah anggota DPRD Karimun, katanya tidak ada masalah. Namun saya menduga ada yang ditutupi,” ujarnya. (Antara)

Komentar

komentar