Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Sunday,22 July 2018
Ilustrasi (IST)

40 Persen Remaja Perokok Aktif di Indonesia

Fakta terkait kebiasaan merokok di kalangan remaja di Indonesia terkuak. Dosen Marketing The Business School Edinburg Napier University, London, Nathalia C Tjandra menyatakan hampir sebanyak 40 persen perokok aktif di Indonesia berasal dari kalangan remaja laki-laki.

“Meski konsumsi rokok secara jelas berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat, namun konsumsi rokok Indonesia terus naik, bahkan 36,3 persen. Tidak hanya itu 73,3 persen pria di atas 15 tahun pun rentan terhadap rokok,” katanya, Selasa, 20 September 2016.

Karena itu, ia meminta pemerintah untuk serius melakukan pengendalian tembakau untuk membatasi konsumsi rokok di masyarakat khususnya remaja dan pemuda, sebab jumlah perokok di Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Ia menjelaskan, hingga saat ini pemerintah kesulitan untuk mengendalikan konsumsi rokok, dengan berbagai tantangan yang ada.

Hal itu, katanya, berbeda dengan sejumlah negara maju yang telah berhasil mengendalikan rokok secara efektif, Indonesia masih saja kesulitan mengontrol distribusi rokok di dalam negeri.

Misalnya di Australia, ujarnya, telah berhasil menjalankan kebijakan kemasan rokok polos dalam pengendalian dampak konsumsi rokok.

“Pemerintah Australia berhasil memaksa produsen rokok untuk menghilangkan seluruh bagian penting produk rokok seperti merek dagang, warna kemasan rokok, dan lainnya yang menjadi identitas sebuah produk rokok. Sementara, pemerintah Indonesia belum mampu menjalankan kebijakan serupa,” jelas dia.

Bahkan, katanya, sampai saat ini Indonesia pun belum menandatangani dan meratifikasi konvensi kerangka kerja pengendalian tembakau (FCTC). Indonesia merupakan satu-satunya negara di kawasan Asia yang belum tergabung dalam keanggotaan FCTC. (Tmp).

Komentar

komentar