Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Sunday,22 July 2018
Ilustrasi (IST)

Ada Keterlibatan Dokter dalam Obat Palsu

Jakarta – Keterlibatan dokter dalam peredaran obat palsu kembali terungkap. Kali ini, seorang dokter asal India memproduksi obat palsu di daerah Sunter, Jakarta Utara, dan dipasarkan di sejumlah tempat, termasuk Pasar Pramuka. Itu mencerminkan lemahnya pengawasan obat.

Kepala Seksi Pemeriksaan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DKI Jakarta Widya Savitri, Selasa (13/9), mengatakan, kasus produksi obat palsu itu terungkap Juni lalu oleh Badan POM. Pelakunya ialah dokter asal India berinisal KK (50), praktik di Sunter, Jakarta.

Menurut Widya yang ikut menyidik kasus itu, dengan dikawal polisi, tim BPOM menggeledah tempat praktik dokter KK. ”Di rumah KK, kami menemukan barang bukti obat yang belum dibungkus dan cairan untuk injeksi. Itu obat palsu,” ujarnya.

Untuk mengemas obat palsu itu, KK dibantu pekerja rumah tangga. Di rumah KK ada beragam bungkus obat dan botol injeksi kosong. Setelah diperiksa, izin praktik dokter KK habis, tapi ia masih praktik. Kini, kasus itu ditangani BPOM, dan KK dicekal agar tak pergi ke luar negeri.

Sebelumnya, Penyidik Badan Reserse Kriminal Polri menetapkan 5 dokter jadi tersangka kasus peredaran vaksin palsu. Mereka diduga memakai vaksin palsu bagi pasien (Kompas, 29 Juli 2016). Menurut Harmon, dokter spesialis anak di Rumah Sakit Harapan Bunda, Jakarta Timur, dokter menyediakan vaksin karena stok kosong di RS itu.

Wakil Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia Daeng Faqih mengatakan, regulasi belum memberi kejelasan boleh atau tidaknya dokter menyimpan dan menyerahkan obat langsung ke pasien. Pihak IDI minta pemerintah memberi wewenang itu demi memudahkan pasien menjangkau obat. (Kmps)

Komentar

komentar