Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Saturday,21 July 2018
Ikan lele (IST)

Gizi Ikan Lokal Tak Kalah Bagus dari Salmon

Begitu si kecil sudah bisa mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI), kebanyakan kaum ibu biasanya langsung berburu ikan salmon. Alasannya, ikan yang mahal itu kaya asam lemak omega-3 yang bagus untuk memaksimalkan perkembangan otak buah hati.

Padahal menurut Ketua UKK Gizi dan Penyakit Metabolik, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. Endang D. Lestari, SpA(K), MPH, ikan salmon bukan satu-satunya ikan yang kaya nutrisi. “Banyak ikan lokal dengan harga murah meriah yang manfaatnya jauh melampaui reputasi salmon,” katanya.

Dia mencontohkan seperti ikan kembung, lele, teri dan belut. “Ikan kembung kaya DHA. DHA itu biasanya dimiliki ikan laut di perairan dalam. DHA asam lemak omega-3 untuk pertumbuhan dan perkembangan otak si kecil,” jelas Endang.

Omega-3 pada ikan kembung mencapai 2,6 gram per 1 ons, sedangkan salmon hanya 1,6 gram. Asam lemak omega-3 memiliki efek anti peradangan dan anti penggumpalan darah dan sangat baik untuk menopang sistem saraf pusat dan otak.

Ikan yang juga mudah didapat adalah lele. “Lele sangat tinggi protein dan fosfor yang penting bagi tumbuh kembang anak. Pada masa itu, sel tubuh anak berkembang dari satu menjadi dua, dua jadi empat, empat jadi delapan, dan seterusnya,” imbuhnya.

Fosfor pada ikan lele lebih tinggi daripada telur. Peran fosfor menempati urutan kedua setelah kalsium. Ketika masuk ke dalam tubuh, fosfor menjadi kristal kalsium fosfat yang menopang pertumbuhan tulang dan gigi.

Endang juga mengingatkan, “Belut secara umum kaya akan protein dan asam amino yang berfungsi membangun tubuh secara optimal.” Sangat direkomendasikan sebagai sumber gizi bagi si kecil. Belut mengandung vitamin B1, B2, dan A yang jumlahnya bisa diadu dengan susu sapi. Belut kaya akan leusin, asam aspartat, dan asam glutamat yang diperlukan untuk pertumbuhan anak-anak.

Sementara ikan teri sangat kaya kalsium. “Ibu hamil membutuhkan kalsium lebih banyak karena terbentuknya janin di dalam kandungan menggunakan kalsium yang diambil dari ibu,” Endah menerangkan. Sejumlah literatur kesehatan mengungkap fakta bahwa kandungan kalsium pada 100 gram ikan teri berada di kisaran 500 mg sampai 972 mg.

Selain ikan, sayur yang juga mudah didapat adalah tomat, labu, bayam, dan wortel. “Pilih satu atau dua sebagai pendamping bubur nasi. Nasi dan sayuran ditim. Meski rasanya datar, memori otak si kecil akan merekam rasa-rasa sayuran itu sehingga kelak ia akan terbiasa mengucap sayur,” jelas Endnag.

Supaya anak terbiasa makan sayuran, Anda bisa membiasakannya sejak dalam kandungan. “Amnion (selaput tipis yang membentuk kantong ketuban) juga akan mengandung sari sayuran yang Anda santap sehingga janin mendapat referensi rasa sayur,” kata Endang yang mengingatkan perempuan yang sedang hamil mengkonsumsi sayuran agar si kecil merekam aneka rasa sayur sejak dalam kandungan. (Okz)

Komentar

komentar