Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Friday,19 October 2018
Menteri Kesehatan Nila F Moeloek (IST)

KPK Temukan Perusahaan Farmasi Setor Rp 800 M ke Dokter, Menkes: Akan Saya Telusuri

Jakarta – KPK menemukan adanya aliran dana dari perusahaan farmasi atau obat-obatan ke beberapa dokter. Aliran dana cukup besar mencapai Rp 800 miliar.

Apa tanggapan Menkes Nila F Moeloek?

“Saya belum (tahu). Saya baru baca running text. Saya akan menelusuri lagi,” jelas Nila di Jakarta, Jumat (16/9/2016).

Menurut Nila dirinya baru mengetahui itu dari running text di televisi. Dia akan segera mencari tahu bagaimana kasusnya.

“Akan kami selidiki, karena kami belum pernah mendapatkannya informasi tersebut,” jelas dia.

Sebelumnya Ketua KPK Agus Raharjo menyampaikan hal yang cukup mengagetkan. Setelah menyebut ada direksi BUMN yang menerima uang di Singapura, kini Agus menyebut ada perusahaan farmasi yang menyetor uang ke beberapa dokter.

“Beberapa hari yang lalu, saya dilapori oleh PPATK, ada salah satu pabrik farmasi yang tidak terlalu besar di Indonesia, mentransfer ke beberapa dokter sebesar Rp 800 miliar,” kata Agus di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jl MH Thamrin, Jakpus, Kamis (15/9/2016).

Agus tidak menyebutkan nama perusahaan farmasi itu. Namun menurutnya, perusahaan farmasi itu tidak begitu besar. Transfer uang sebesar Rp 800 miliar ini kemudian akan didalami KPK.

“Ini memang sistemnya yang harus kita benahi, di Indonesia, belanja kesehatan kita itu 40 % lari ke obat, sedangkan negara lain seperti Jerman dan Jepang hanya 15%. Ini yang harus kita perhatikan,” jelas Agus.

Beberapa waktu yang lalu, KPK memang telah menerima laporan terkait adanya praktik gratifikasi ke kalangan dokter dari para perusahaan farmasi. Bahkan, KPK sampai memanggil IDI terkait isu tersebut. (dtc)

Komentar

komentar