Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Sunday,22 July 2018
Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari (IST)

Mantan Menkes Duga Ada Rekayasa Penyebaran Virus Zika

Jakarta – Mantan menteri kesehatan Siti Fadilah Supari mengatakan, penyebaran virus zika di kawasan Asia Tenggara perlu diselidiki dengan cermat.

“Apakah penyebarannya secara alamiah ataukah rekayasa manusia,” katanya, Selasa (6/9).

Menteri kesehatan pada 2004-2009 itu mengemukakan, kejadian “outbreak swine flu” Meksiko beberapa tahun lalu harus menjadi pelajaran yang berharga bagi negara-negara yang ekonominya sedang berkembang.

“Swine flu” (flu babi) yang terjadi di Meksiko menimbulkan kerugian ekonomi nasional. Karena itu, sudah sewajarnya pemerintah Indonesia menganggap serius penyebaran virus zika ini di beberapa negara di Asia Tenggara.

“Apakah penyebaran virus zika terjadi secara alami atau rekayasa manusia hanya bisa diselidiki secara epidemiologi yang mendalam atau surveilance. Perjalanan penyakit ada kronologisnya yang logis sehingga jelas penyebarannya,” katanya.

Selain mewaspadai dan mengantisipasi penyebarannya di Indonesia, pemerintah harus memberikan perhatian dan perlindungan, khususnya kepada ibu hamil agar tidak digigit nyamuk pembawa virus zika.

Dia mengatakan bahwa sebenarnya kasus zika di Asia Tenggara ini wajar karena iklimnya cocok dan ada nyamuk “aedes aegepty” yang bisa membawanya. Nyamuk ini sudah sangat familiar hidup termasuk di Indonesia karena biasanya nyamuk tersebut membawa virus demam berdarah atau virus chikungunya.

“Penyebarannya sama dengan demam berdarah. Bayangkan penularannya yang cepat meluas seperti demam berdarah. Perbedaannya, virus zika tidak mematikan, namun berbahaya pada ibu hamil, lain tidak,” ujar Siti Fadilah.

Dia juga menjelaskan bahwa bila menjangkiti ibu hamil maka anak yang dikandung akan lahir dengan kondisi cacat microcephaly berupa ukuran tempurung kepala dan otak yang jauh lebih kecil dari ukuran normal. (Antara)

Komentar

komentar