Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Friday,19 October 2018
Peletakan pertama telur Aedes Aegypti sudah diinjeksi kandungan bakteri Wolbachia 2016 (Dok.Merdeka)

Peneliti UGM Teliti Nyamuk Aedes Aegypti Bisa Cegah DB dan Zika, Ini Caranya

Yogyakarta – Aedes aegypti merupakan jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah. Namun uniknya, nyamuk Aedes Aegypti yang satu ini justru dapat mencegah penyakit demam berdarah, cikungunya bahkan virus zika. Hal ini karena nyamuk Aedes Aegypti sudah diinjeksi kandungan bakteri Wolbachia.

Seorang peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Adi Utarini menjelaskan nyamuk ber-Wolbachia yang satu ini untuk pertama kalinya dikenalkan di Indonesia pada tahun 2016.

“Proses injeksi nyamuk Aedes Aegypti ini dilakukan di Australia lalu di bawa ke Indonesia untuk mencegah demam berdarah, cikungunya, dan virus zika,” ujar Adi Utarini, Rabu (31/8), di Yogyakarta.

“Untuk pertama kali di Indonesia nyamuk Aedes Aegypti ber-Wolbachia ini dikenalkan dan diterapkan di Provinsi DIY. Teknologi ini juga akan diterapkan di kota Rio Dejenerio, Brazil,” ujar Adi Utarini.

Bakteri Wolbachia merupakan bakteri alami yang dapat mencegah virus dengue. Bakteri tersebut diinjeksikan sejak dini pada telur nyamuk.

Nyamuk yang sudah mengandung Wolbachia tersebut nantinya akan kawin dengan nyamuk pada umumnya. Selanjutnya akan lahir generasi baru nyamuk yang mengandung bakteri Wolbachia.

Pada Agustus 2016 lalu, sejumlah menteri Indonesia telah melirik nyamuk ber-Wolbachia tersebut di antaranya Menko Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

“Ke depannya nyamuk ber-Wolbachia ini akan diterapkan di seluruh DIY,” pungkasnya. (Mrd)

Komentar

komentar