Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Sunday,22 July 2018
Ilustrasi (IST)

Sanksi Rendah, Pembakar Hutan tak Jera

Pekanbaru – Kasus kebakaran hutan selalu menghantui wilayah-wilayah rawan kebakaran setiap tahunnya. Polri dan semua pihak yang berkepentingan telah berusaha untuk mengatasi terjadinya kebakaran hutan dan menghukum para pelakunya. Namun hingga saat ini kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus terjadi.

Dalam penanganan kasus karhutla di Provinsi Riau, Direktorat Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Riau telah menetapkan dua korporasi yang bergerak di bidang perkebunan sawit sebagai tersangka pembakar hutan dan lahan.

Direktur Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Pol Rivai Sinambela menjelaskan kedua perusahaan yang ditetapkan sebagai tersangka itu adalah PT Wahana Sawit Subur Indah (WSSI) dan PT Sontang Sawit Permai (SSP).

“PT WSSI, pekan ini telah kita tetapkan sebagai tersangka, yakni direktur utamanya berinisial OA. Dalam waktu dekat berkasnya akan kita limpahkan ke Kejaksaan,” kata Rivai, Minggu (18/9).

Sementara PT SSP secara korporasi telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun untuk pihak yang bertanggung jawab di perusahaan tersebut, ia mengatakan, akan segera melakukan pemeriksaan termasuk susunan struktur perusahaan.

PT WSSI, kata Rivai, merupakan perusahaan perkebunan sawit yang berada di Kabupaten Siak, Riau. Luas lahan yang terbakar di perusahaan itu mencapai 80 hektar.

Sementara itu, luas lahan terbakar milik PT SSP yang juga bergerak di perkebunan sawit dan berlokasi di Kabupaten Rokan Hulu, Riau, mencapai 40 hektar.

“Jadi total luas lahan yang terbakar di kedua perusahaan itu mencapai 120 hektar,” tegasnya. (Antara).

Komentar

komentar